Garut Terus Berupaya Tekan Stunting

99
Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat berkunjung ke Desa Simpang, Kecamatan Cibalong. (istimewa)

RadarPriangan.com, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut saat ini terus menggenjot untuk menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh anak usia 0 hingga 5 tahun di Kabupaten Garut. Setidaknya di Kabupaten Garut sendiri terdapat 10 desa yang menjadi penyumbang stunting sehingga kemudian menjadi kedua terbesar di Jawa Barat.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Garut sejak 2017 sudah melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Garut, khususnya di 10 desa yang menjadi penyumbang.

“Salah satunya di Desa Simpang, Kecamatan Cibalong. Di 2017 ada 41 anak yang masuk kategori stunting,” ujarnya, Rabu (7/8).

Setelah dilakukan penanganan, lanjut Helmi, jumlah anak yang dikategorikan stunting di desa tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun ia mengaku cukup aneh dengan kondisi di Desa Simpang itu, karena di 2018 jumlah anak yang stunting turun menjadi 12 anak dari sebelumnya 41 anak.

“Anehnya tahun ini jumlahnya kembali naik menjadi 18 orang, padahal kita sudah melakukan upaya penanganan. Dalam proses penanganan ini kan setiap anak diukut tingginya. Saat ini kita sedang mencari penyebabnya apa yang memicu naiknya kasus stunting ini,” katanya.

Helmi mengaku akan terus melakukan pemantauan kepada seluruh anak di Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, termasuk memerhatikan asupan gizinya.

“Kalau melihat jumlah anak di sana memang yang menderita stunting ini di kisaran 5,07 persen dari 355 anak. Masih ada dalam batasan normal. Tetapi tetap saja kita akan berupaya lebih lagi,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here