Garbi Akan Jadi Partai Politik, Ini Reaksi PKS

94
Fahri Hamzah

RadarPriangan.com, JAKARTA – Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) akan menjadi partai politik (parpol). Ormas yang didirikan mantan Presiden PKS, Anis Matta ini kabarnya akan diresmikan sebagai parpol tahun depan. PKS sendiri tidak khawatir konstituennya akan pindah ke lain hati.

“Insya Allah, Garbi akan menjadi parpol. Tentu setelah mendapatkan aspirasi dari para pendukung untuk meneruskan menjadi sebuah gerakan berbentuk partai politik. Harapannya ini akan memecah kebekuan yang sekarang muncul di tengah-tengah masyarakat,” kata Fahri Hamzah di Jakarta, Kamis (11/7).

Wakil Ketua DPR RI ini menyatakan pembicaraan Garbi sebagai parpol memang belum diformalkan. Pihaknya masih menunggu waktu yang tepat melakukan formalisasi pembentukan parpol. Fahri yang juga penggagas Garbi menyebutkan, parpol baru yang ingin dibentuk adalah partai yang ingin keluar dari stigma yang menyempitkan potensi bangsa Indonesia.

“Stigma yang kontra-produktif terhadap peluang kolaborasi inovatif dan kreatif diantara sesama anak bangsa. Kami ingin memulai dengan satu pendekatan yang memiliki implikasi menumbuhkan optimisme tentang kebesaran Indonesia,” tegasnya.

Garbi, lanjutnya, tidak mau terjebak untuk masuk dalam kategorisasi ideologis. Garbi ingin ada solusi nyata menghadapi dan menyelesaikan persoalan bangsa. Fahri menilai hal itu jauh lebih produktif daripada kategori ideologis yang tidak produktif.

“Pada dasarnya demokrasi adalah pasar ide. Karena dari awal adalah semacam gerakan pemikiran yang berusaha memaparkan berbagai pandangan yang lebih komprehensif tentang cara melihat Indonesia dari masa ke masa,” ucapnya. Dia juga tidak ingin Garbi hanya berbasis pada politik aliran tradisional. Namun, lintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkannya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku tidak keberatan. Justru dia mempersilakan Garbi menjadi parpol. Dia mengingatkan mendirikan parpol bukan hal yang mudah.

“Silakan saja. Saya pribadi tidak ada masalah. Ini negara demokrasi, siapa saja boleh mendirikan parpol. Di PKS itu keluar gampang, masuknya yang susah. Saya cuma berpesan, bikin partai itu berat lho,” kata Mardani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7).

Menurutnya, PKS tak akan mengangga Garbi sebagai saingan. Dia mengaku sudah tahu rencana itu. Dia tidak khawatir, konstituennya akan berpindah. “Ceruk kami religius. Yang nasionalis bisa ambil yang religius. Yang religius bisa ambil nasionalis. Tergantung tawaran apa yang diberikan. Nah, PKS ini oposisi. Mengapa? Karena ceruk kita mau besar. Jika Garbi mau jadi porpol monggo. Tetapi, kalau mau mengambil pengurus PKS, tentu kami punya mekanisme pertahanan diri,” ucapnya.

Sebelumnya, mantan Presiden PKS Anis Matta membuka peluang Garbi akan menjadi parpol. Meski begitu, Anis yang merupakan pendiri Garbi itu mengatakan tak mau buru-buru menjadikan Garbi sebagai parpol. Dia memilih menyosialisasi ide-ide sambil menjaring aspirasi dari masyarakat.

“Kita mau mensosialisasi dulu idenya. Apakah ide ini mewakili keinginan dan aspirasi masyarakat secara umum atau tidak. Nanti kita lihat responsnya bagaimana. Sambil jalan kita terus lakukan perbaikan. Insya Allah Garbi akan bermetamorfosis menjadi parpol,” tegas Anis. (rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here