Empat Hari Pamit Mencari Kerja, Budi Muler Ditemukan Menjadi Mayat

393
Jenazah Budi Muler dibawa-dari RSUD dr Slamet Garut ke rumah duka di Kampung Bojong, Ds.Leuwigoong, Selasa (7/5). (PEPEN APENDI/RADAR GARUT)

Tati dan dua anaknya warga Kampung Bojong RT 1 RW V Desa Leuwigoong Kecamatan Leuwigoong, memanjatkan doa agar Budi Muler, 56, suami Tati berhasil mencari pekerjaan di Bandung.

Budi Muler berangkat dari rumahnya Jumat pagi (3/5) menuju stasiun untuk naik kereta. Karena kereta lokal sudah berangkat dari Stasiun Leuwigoong pukul 10.00, dia memutuskan jalan kaki menapaki rel Kereta Api menuju Stasiun Cibatu untuk naik kereta lainnya tujuan Bandung.

Pada Senin (6/5) Budi Muler ditemukan sudah menjadi mayat di bawah Jembatan KA Leuwigoong-Cibatu. Posisinya telungkup diduga jatuh dari jembatan saat menyeberang.

Sejak Jumat siang (3/5) orang yang menyeberang di Jembatan KA Leuwigoong – Cibatu, langkahnya banyak yang tersendat karena tercium bau mayat. Hari berikutnya hingga Senin petang (6/5) aroma bau mayat semakin tercium di bawah jembatan KA. Warga yang menyeberang melintasi jembatan itu, penasaran turun ke bawah jembatan. Ternyata, di sudut bawah jembatan tampak sesosok mayat laki-laki tertelungkup. Posisi ditemukannya mayat itu, masuk wilayah Kampung landeuh Desa Leuwigoong Kecamatan Leuwigoong.

Aparat Polsek Leuwigoong dan anggota Koramil Leles serta petugas dari BPBP Garut serta petugas Tagana bersama perangkat desa, terjun ke lokasi penemuan mayat di bawah jembatan KA itu untuk mengevakuasi mayat. Namun karena kondisi penemuan mayat terjal serta gelap di malam hari, disepakati evakuasi mayat dilanjutkan Selasa pagi (7/5).

Proses evakuasi agak sulit karena posisi mayat di bawah jembatan sekitar 20 meter dari atas jembatan. Para petugas harus mengerek mayat itu dengan susah payah diangkat ke atas. Saat mayat dievakuasi, di saku celananya ada dompet berisi identitas dan uang tunai Rp18.000. Setelah identitas korban diteliti, ternyata mayat itu adalah Budi Muler, 56, warga Kampung Bojong RT 1 RW V, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong.

Jenazah Budi Muler selanjutnya dilarikan ke kamar mayat RSUD dr Slamet Garut dikawal aparat kepolisian untuk divisum. Kondisi mayat saat ditemukan sudah bengkak. Setelah divisum di RSUD dr Slamet Garut dan mendapat izin penguburan dari kepolisian, akhirnya jenazah Budi Muler dibawa aparat desa menggunakan ambulan siaga Desa Leuwigoong dikawal aparat dari Polsek setempat.

Babinsa Desa Leuwigoong Serka Sutisna bersama aparat desa, Selasa siang (7/5) stanby di rumah duka Kampung Bojong menunggu kedatangan jenazah Budi Muler. Mereka pun ikut menenangkan kondisi psikis Tati dan dua anak Budi Muler di rumah duka atas musibah yang menimpa almarhum.

“Saya bersama Babinsa Desa Sindangsari Sertu Dede dan aparat kepolisian serta aparat desa sejak Senin petang (6/5) merupaya mengevakuasi mayat dari bawah jembatan. Evakuasi dilanjutkan Selasa pagi (7/5), mayat Budi Muler berhasil dievakuasi lalu dibawa ke kamar mayat RSUD dr Slamet Garut,” ungkap Serka Sutisna di rumah keluarga Budi Muler, Selasa siang (7/5).

Ketika jenazah Budi Muler tiba di rumah duka, Selasa siang (7/5) menggunakan ambulan Desa Siaga Leuwigoong dikawal aparat Polsek setempat, jenazahnya langsung dibawa ke TPU Bojong untuk dimakamkan karena kondisinya darurat.

Tati istri Budi Muler, Selasa (7/5) tak menduga suami tercintanya ditemukan sudah menjadi mayat. Almarhum ketika pamitan Jumat (3/5) berniat mencari pekerjaan ke Bandung. Niat baik almarhum mencari nafkah, ternyata bernasib lain. Almarhum terjatuh dari Jembatan KA Leuwigoong-Cibatu saat menyeberang. Diduga almarhum “kaberedeg” kereta api yang melintas dan jatuh ke bawah jembatan sekitar 20 meter.

Kades Leuwigoong Aa Sudirman dan Sekdes Misbah, Selasa (7/5) menuturkan, Budi Muler memang betul warga Kampung Bojong RT 1 RW V Desa Leuwigoong. Almarhum terjatuh dari jembatan KA Leuwigoong-Cibatu saat menyeberang diduga karena “kaberedeg” Kereta Api yang melintas.

Warga Kampung Bojong saat pemakaman jenazah Budi Muler, Selasa siang (7/5) memanjatkan doa bersama. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dimaafkan dosanya serta diterima amal ibadahnya. Apalagi saat mayat almarhum ditemukan, Tati istrinya Budi Muler dalam kondisi sakit. (pepen apendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here