Elektabilitas Prabowo Meningkat, TKN tidak Anggap Serius

49
ist

RadarPriangan.com, JAKARTA – Publik dibuat terkejut dengan hasil Survey Indomatrik yang menempatkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno lebih unggul dari Paslon Capres Cawapres 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin jelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang tinggal 7 hari lagi.

Survei Indomatrik merilis survei terbaru paslon capres-cawapres menjelang hari pencoblosan 17 April. Dalam survei ini, paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli Jokowi-Ma’ruf Amin dengan selisih 7,15 persen.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik Syahruddin YS, mengatakan elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno unggul dengan 51,07 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai calon petahana sebesar 43,92 persen. Sementara, 5,01 persen responden belum menentukan pilihan (swing voters).

“Dari hasil survei Prabowo-Sandi dapatkan simpati publik sebesar 51,07 persen sedangkan Jokowi 43,9 persen. Mereka yang belum tentukan tapi akan berpartisipasi 5,01 persen,” kata Syahruddin dalam pemaparannya di Jakarta, Rabu (10/4).

Lebih lanjut, Syahruddin kembali menjelaskan bahwa unggulnya Prabowo-Sandi karena masyarakar menginginkan adanya perubahan dan memiliki pemimpin yang inovatif untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Selain itu, Prabowo dianggap sebagai pemimpin yang tegas dan berwibawa. Sementara, Jokowi dinilai tidak menepati janji kampanye pilpres 2014.

“Ada beberapa alasan diantara menginginkan ada perubahan menginginkan agar ada presiden baru yang inovatif, mampu memperbaiki ekonomi. Dan Prabowo berkarakter tegas dan beribawa. Kurun 4,5 tahun banyak yang anggap rendahnya kinerja Jokowi dan janji-janjinya dan banyaknya koalisi yang tertangkap tangan itulah yang buat menurun,” imbuhnya.

Syahruddin juga menuturkan bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin mengalami penurunan elektabilitas dari survei bulan Desember dengan 47,97 persen menjadi 43,92 persen. Sebaliknya, Prabowo-Sandi, kata dia, menunjukkan tren positif dari bulan Desember sebesar 44,04 persen menjadi 51,07 persen.

“Ada kenaikan sudah saya sebutkan setelah melihat agenda kampanye mereka sudah melihat dan menilai ada trend yang turun dan naik. Yang turun adalah Jokowi Ma’ruf sedangkan Prabowo-Sandi kecenderungan semakin meningkat terus,” tutup dia.

Di akhir penyampaianya, Syahruddin kembali menjelaskan, Survei Indomatrik dilakukan pada 24-31 Maret dengan menggunakan 2.100 responden yang tersebar di 34 provinsi. Seluruh responden merupakan para pemilih yang telah memiliki hak pilih.

“Penentuan responden dilakukan secara random sistematis dan penarikan sampel menggunakan metode miltistage random sampling. Margin of eror penelitian 2,4 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen,” katanya.

TKN tetap Optimistis

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Arsul Sani menilai, hasil survei yang ada di public tidak perlu ditanggapi dengan serius.

“Kami di TKN anggap itu hanyalah satu-satunya untuk memelihara harapan jajaran 02 untuk menang,” ujar Arsul.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengatakan, TKN semakin optimistis Jokowi-Ma’ruf Amin dapat memenangkan Pilpres 2019. Karena, berdasarkan lembaga survei lain yang terpercaya kredibilitasnya, pasangan calon nomor urut 01 itu unggul dari Prabowo-Sandi.

Bahkan selisih keunggulan Jokowi-Ma’ruf di lembaga survei lain mencapai angka dua digit atau belasan persen, dari Prabowo-Sandi. “Survei-survei pihak ketiga manapun tidak ada yang menyebut 02 sudah unggul dari 01,” ujar Arsul. (by/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here