Elektabilitas Golkar Terancam

163

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, dengan tertangkapnya Bowo Sidik Pangerso selaku Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I (satu) Golkar dan juga sebagai Anggota DPR RI ini dapat membuat elektabilitas partai berlogo beringin ini berpotensi menurun.

Pemilihan Umum 2019 mendatang sisa beberapa hari lagi, dan yang tertangkap merupakan pengurus partai hal ini akan semakin membuat citra Golkar yang sudah sempat jatuh akibat beberpa kadernya tersangkut korupsi akan semakin tenggelam,” Ujar Ujang saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/3).

Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini meminta kepada semua partai termasuk Golkar harus tegas terhadap kadernya yang terjerat korupsi karena tidak betulkan para pemangku jabatan untuk melakukan hal yang merugikan negara.
Ini memerlukan ketegasan, bilamana tidak pembangunan di negara ini akan terhambat dan jauh dari target, tutur Ujang.

Terkait kembali tertangkapnya legislator yang tersangkut korupsi, Ujang menilai saat ini Indonesia memang sedang dalam status darurat korupsi. Melihat kejadian ini dirinya pun berharap bagi calon presiden yang terpilih nanti benar-benar memiliki formula program yang ampuh agar tidak terjadi dikemudian hari.

“Yang jelas, soal korupsi ini jangan main-main, karena negara kita ini sedang darurat korupsi. Dan partai-partai pun termasuk capres yang nanti terpilih harus sadar akan hal ini,” pungkas Ujang.

Sebelumnya terpisah, kepada Wartawan, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Lodewijk F Paulus dalam konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Jakarta Pusat, Kamis (28/3), membenarkan bahwa kadernya yang juga anggota DPR RI tertangkap dalam OTT oleh KPK, kemarin.

“Seperti telah kita ketahui bersama bawa pada pagi hari Kamis (28/3) telah diamankan oleh KPK saudara Bowo Sidik Pangerso (BSP), Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar yang juga pengurus DPP Partai Golkar, yang saat ini statusnya masih terperiksa,” terangnya

Lanjut dirinya menuturkan, dengan kasus tersebut, pihaknya yakni Partai Golkar telah mengambil langkah-langkah Organisasi yang tegas dan sesuai AD/ART Partai Golkar terhadap Bowo Sidik Pangarso untuk memberi kesempatan menyelesaikan masalah hukumnya.

“Partai Golkar telah mengambil langkah-langkah untuk memberhentikan saudara Bowo Sidik Pangarso sebagai pengurus DPP Partai Golkar sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I (satu) dan jabatan lainya terkait Partai Golkar, termasuk memproses pergantiannya sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, untuk memberi kesempatan yang bersangkutan menyelesaikan masalah pribadinya,” imbuhnya

Lebih jauh, Dirinya juga menambahkan, terkait kejadian tersebut pihaknya menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan peristiwa yang menimpa Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Pasalnya, Lodewijk menyampaikan pimpinan Partai Golkar melalui surat edaran bernomor INT.00.2018/FPG/DPR RI/V/2018 itu ditanda tangani Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng dan ditembuskan kepada Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Golkar.

“Imbauan bagi seluruh anggota Fraksi Golkar DPR RI untuk tidak melakukan korupsi dan melanggar Pakta Integritas yang telah ditandatangani seluruh Pengurus DPP Partai Golkar yang berkomitmen untuk mewujudkan ‘Golkar Bersih’,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus, memberikan himbauan terhadap para kader Partai Golkar dan Calon legislatif (Caleg) untuk mengambil pelajaran dari kasus yang menimpa Bowo Sidik Pangarso disebabkan Partai Golkar tidak kompromi tindakan Koruptif.

“Atas peristiwa tersebut (OTT-red), Partai Golkar meminta kepada seluruh kader Partai Golkar terutaman yang sedang mencalonkan diri sebagai Calon anggota legislatif di seluruh Indonesia untuk mengambil pelajaran agar jangan melakukan tindakan yang tidak terpuji ini. Partai Golkar tidak akan mentoleransi kepada kader yang melakukan tindakan koruptif tersebut dan memberikan sanksi yang tegas kepada kader yang manya,” tandasnya. (by/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here