Eks Kalapas Sukamiskin Dieksekusi

153
Eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein kembali ke Lapas Sukamiskin dengan status narapidana, setelah dieksekusi oleh KPK, Kamis (25/4). (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi eks Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein. Wahid merupakan salah satu terpidana kasus suap pemberian fasilitas Lapas Sukamiskin.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Wahid dieksekusi ke Lapas Sukamiskin bersama tiga terpidana lainnya. Mereka adalah staf umum sekaligus sopir Kalapas Sukamiskin Hendry Saputra, serta dua warga binaan Sukamiskin Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat.

“Hari ini, KPK lakukan eksekusi terhadap empat terpidana korupsi dalam kasus suap terkait fasilitas di Lapas Sukamiskin,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/4).

Febri menambahkan, keempatnya dieksekusi ke Lapas Sukamiskin di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia menyampaikan, eksekusi dilakukan berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Para terpidana telah sampai di Lapas Sukamiskin sekitar pukul 16.30 WIB sore tadi dan akan menjalani masa hukuman,” terangnya.

Seperti diketahui, Wahid Husein divonis delapan tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider empat bulan kurungan. Vonis dijatuhkan lantaran Wahid terbukti bersalah menerima suap berupa uang dan barang dari sejumlah narapidana Lapas Sukamiskin. Salah satunya, dari Fahmi Darmawansyah yang juga turut dieksekusi jaksa KPK hari ini.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa 8 tahun penjara dengan denda Rp 400 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan diganti kurungan 4 bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim Sudira, 8 April 2019 lalu.

Wahid disebut melanggar Pasal 12 Huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2011 tentang tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Fahmi Darmawansyah telah terlebih dahulu divonis hakim. Ia dijatuhi hukuman hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp100 juta subsider empat bulan penjara pada 30 Maret 2019 lalu.

Hakim menyebut Fahmi terbukti memberikan barang berupa mobil dan barang lainnya demi mendapatkan fasilitas selama menjalani penahanan di Lapas Sukamiskin.

Perbuatan Fahmi itu melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tentang tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (riz/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here