Dulunya cuma Pekerja, Kini Arief Jadi Pengusaha Kulit yang Sukses

113
SUKSES: Arif, pemilik beberapa gerai kerajinan kulit di Sukaregang, Garut.

Ekspor ke Luar Negeri, Omset Capai 1,2 Miliar

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Awalnya Arief Firmansyah merupakan pekerja konveksi kulit. Memasuki 2005, pria 37 tahun itu memutuskan untuk hijrah dengan merintis usaha di bidang produk kulit.

Saat ini, pria yang berasal dari Kecamatan Cisompet itu sudah memiliki lima gerai di kawasan Sukaregang, Kecamatan Garut Kota. Omzet per bulannya kini mencapai Rp 700 juta hingga Rp 1,2 miliar. Namun raihan itu tak didapatnya secara instan.

“Dulunya ga ada apa-apa, ga punya barang. Alhamdulillah sekarang sudah punya karyawan sekitar 40 orang. Dulu pendapatan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per bulan,” ujar Arief saat ditemui di tokonya, Style Leather Collection, Jalan Ahmad Yani, Kamis (7/3).

Dirinya memulai usaha di umur 22. Tamatan SMA ini bahkan sudah menjual produknya hingga ke luar negeri, seperti Jepang, Timor Leste, bahkan untuk Singapura dan Malaysia sudah menjadi langganan tetap.

“Kayak ke Malaysia dan Singapura itu banyak pesannya jaket. Ke jepang saya juga lagi bikin produk jaket kulit yang dipadukan dengan batik,” katanya.

Arief juga tengah menyiapkan pemasaran secara dalam jaringan (online). Sebanyak 70 persen produknya masih dijual secara konvensional. Namun ke depan ia berencana lebih banyak menjual produk secara daring.

Produk kulit yang dijualnya mulai dari harga Rp 10 ribu seperti gantungan kunci, hingga produk dengan harga jutaan rupiah untuk jaket kulit.

“Semua barang saya bikin sendiri. Mulai dari bahan baku, penjahitan, sampai penjualan. Desainnya juga saya buat sendiri. Pengalaman saja sih soal desain, asal tahu tren. Bahan baku 99 persen dari lokal,” katanya.

Produk yang paling diburu konsumen yakni tas dan sepatu. Setiap bulannya, ia mampu memproduksi sebanyak 1200 jaket dan tas.

Sementara itu, untuk produk sepatu 200 pasang per bulannya. Meski masalah modal kerap jadi kendala, namun saat ini masalah itu sudah bisa dilalui.

“Pameran juga suka ikut. Difasilitasi sama dinas atau BUMN juga. Inginnya ada kemudahan dari pemerintah untuk lebih dibanyakan promosi atau dibantu pemasarannya,” ucapnya.

Dirinya berharap, kawasan Sukaregang bisa lebih ditata pemerintah. Terutama dari masalah parkir. Saat konsumen agak kelimpungan ketika memarkirkan kendaraannya. Oleh karena itu, alangkah lebih nyaman berjualan jika tersedianya lahan parkir di kawasan industri Sukaregang. (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here