Dua Bulan, Warga di Cineam Kesulitan Air Bersih

172
Polres Kota Tasikmalaya menurunkan bantuan air bersih bagi warga Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya yang sudah dua bulan krisis air bersih. (ist)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Warga dua dusun (Ciriri dan Neglasari) di Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya sudah dua bulan terakhir kesulitan mendapatkan air bersih. Musim kemarau yang terjadi sejak Ramadan membuat mereka harus turun ke sungai sejauh 500 meter agar bisa mendapatkan air walau kotor.

“Ya karena hujan belum turun jadinya kekeringan sejak awal puasa kemarin. Kalau untukmandi atau buang air, warga banya yang harus turun ke sungai untuk mengambil air. Jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Kondisi airnya kotor, tapi bisa untuk mandi dan lainnya. Kalau untuk masak ya haru beli air bersih,” kata Yeni Mulyani, 43, warga dusun Ciriri, Kamis (27/6).

Sejak awal Ramadan, disebut Yanti kondisi sumur-sumur milik warga tidak banyak mengeluarkan air bersih. Dalam sehari paling banyak hanya tiga ember air bersih saja yang dihasilkan. “Kalau membeli air ya kita harus mengeluarkan uang Rp50 ribu per 500 liter,” katanya.

Yanti menyebut bahwa kekeringan di dusunnya kerap terjadi setiap tahun selama musim kemarau. Ia sangat berharap agar pemerintah memberikan solusi yang berarti dalam menangani kekeringan yang dirasakan warga disana.

Sementara itu, Min Mintarsih, 47, warga lainnya mengatakan bahwa selain ke sungai warga juga biasa mengambil air dari sebuah pabrik namun jaraknya mencapai dua kilometer. Di pabrik tersebut kondisi airnya masih ada, sehingga saat diambil warga digunakan untuk mandi saja.

“Karena setiap tahun begini terus (kekeringan), tentu saya berharap sekali pemerintah membantu, ya mungkin membuatkan sumur yang dalam bagi warga,” ucapnya.

“Kalau warga di sini dalam kondisi kekeringan bisanya berharap bantuan dari polisi saja karena dari polisi yang rutin memberi bantuan. Alhamdulillah bisa meringankan beban warga yang mengalami kekeringan,” kata warga lainnya, Wawa Munawah, 53.

Kepala Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Anwar Sanusi menyebut bahwa kekeringan di dua dusun sebetulnya sudah terjadi sejak lama. Letak geografis Kecamatan Cineam sendiri merupakan perbukitan sehingga daerah yang berada di dataran tinggi kerap kekurangan air.

“Tahun 2018 sebetulnya parah, kalau sekarang masih lebih baik dan air juga sudah mulai didistribusi. Namun memang yang terdampak kekeringan ini cukup banyak juga, mencapai 300 kepala keluarga. Kita sudah mencoba mengantisipasi dengan program Pansimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat), namun belum semua mendapatkan layanan ini, termasyk Dusun Ciriri dan Neglasari karena posisinya berada di atas bukit,” jelasnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here