DPRD Ciamis Sidak Pasar Manis, Kejanggalan Ditemukan

84
DPRD Ciamis sidak pasar manis (Rizki Aldi Saputra)

CIAMIS – Komisi B bidang perekonomian dan Komisi C DPRD Kabupaten Ciamis melakukan operasi mendadak (Sidak) ke Pasar Manis Ciamis Blok C, Kamis (09/01/2020).

Dari hasil sidak di lapangan, Komisi B dan C DPRD Kabupaten Ciamis menemukan kejanggalan dari pembangunan tersebut, seperti rolling door yang masih belum terpasang, dan adanya kios yang tertukar.

Sekertaris Komisi C DPRD Kabupaten Ciamis, Angga Nugraha mengatakan, pihaknya menemukan beberapa temuan yang janggal. Padahal, pekerjaan ini selesai dari tanggal 31 Desember 2019. Akan tetapi, setelah dicek langsung ke lokasi masih ada pekerja yang sedang melakukan pekerjaanya.

“Dari informasi itu bahwa pasar blok c ini sudah selesai dan sedang dalam masa pemeliharaan. Namun setelah kami cek langsung ke dalam, masih ada pekerja yang sedang mengerjakan rolling door. Ini bukan pemeliharaan tetapi pekerjaan,” katanya.

“Kalau memang betul ada laporan bahwa pembangunan ini sudah 100 persen selesai, sedangkan di lapangan tidak 100 persen berarti ada pemalsuan dokumen. Nah ini yang paling fatal sebetulnya. Kalau untuk kios yang tertukar itu nanti pedagang bisa berunding lagi bagaimana baiknya, dan kita juga akan lihat RAB nya seperti apa,” tuturnya.

Angga mengatakan, komisi B dan C DPRD Ciamis akan rapat gabungan untuk membahas masalah ini.
Temuan ini perlu pendalaman lebih lanjut. Rencananya nanti akan ada pemanggilan kepada Dinas terkait dan ppk serta pengawas yang terlibat dalam pembangunan pasar blok c ini.

“Kita akan undang dari Dinas terkait dan pelaksana untuk bersama-sama membahas masalah ini, supaya nantinya masyarakat mengetahui terkait pembangunan pasar saat ini,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, Oman menambahkan, pihaknya ingin secepatnya agar bisa diselesaikan sesuai keinginan masyarakat.

“Kami juga sudah agendakan rapat kerja dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Ciamis, kami akan konfirmasi masalah ini secara detail,” tuturnya.

Oman mengatakan, seandainya dalam masa pemeliharaan itu seharusnya pengerjaan sudah selesai.

“Sudah jelas ini bukan pemeliharaan tetapi pengerjaan yang belum selesai. Karena ini fakta di lapangan yang masih ada pekerja yang sedang bekerja,” katanya. (mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here