Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,6%, Pemerintah Perkuat Investasi

141
Menteri Keuangan Sri Mulyani (JawaPos)

RadarPriangan.com, BOGOR – Tahun 2020, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,6 persen. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah merealisasikan tingkat konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 sebesar 5,17%. Angka pertumbuhan ekonomi meleset dari target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABNP) 2018 sebesar 5,4%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani optimis, jika ketiga indikator tersebut berjalan tanpa hambatan, makan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 akan mencapai 5,3%-5,6%.

Hal itu dilihat dari komposisi agregat demand masih tetap konsumsi di sekitar 5,2%. Sedangkan tingkat konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi yang paling bear terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu sekitar 55%. Sementara investasi harus tumbuh di level 7,5%, dan ekspor di level 7%.

“Investasi diharapkan tumbuh mendekati pertumbuhan ekonomi (5,6%) kita berharap mendekati 7,5%, sementara ekspor tetap memiliki momentum tumbuh di sekitar 7%. Impor kita tetap jaga di 6%. itu semuanya adalah komposisi agregat demand,” kata Sri di Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4).

Untuk nilai tukar, Sri menjelaskan, pemerintah masih menggunakan kisaran yang terbilang lebar karena nilai tukar rupiah yang ditetapkan sebesar Rp15.000.

“Juga dari sisi nilai tukar yang masih bervariasi karena tahun ini kita pakai Rp15.000 tapi sekarang sudah Rp14.000 jadi kita akan menggunakan range yang masih lebar,” ucap Sri.

Sementara itu, pemerintah memperkirakan harga minyak sekitar 60 dolar AS-70 dolar AS per barel. Sedangkan untuk lifting migas diperkirakan tidak jauh berbeda dengan yang selama ini diproduksi.

Terpisah, ekonom Center of Reform on Economics (Core), Mochammad Faisal untuk mendorong investasi yang harus dilakukan pemerintah adalah revitalisasi industri.

“Kuncinya agenda/prioritas utama harus pada revitalisasi industri, yang bisa mendorong investasi masuk ke manufaktur dan ekspor manufaktur sehingga daya dorong ekspor juga lebih kuat dan lebih stabil,” ujar Faisal kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (23/4).

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditarget sebesar 5,3% pada 2019 sesuai dengan APBN 2019. Lalu inflasi dipatok 3,5% dan nilai tukar di posisi Rp15.000.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here