DOB Garut Selatan Masih Terkendala Moratorium

163
Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman bersama Ketua Umum KONI Garut Abdusy Syakur Amin (kanan)

Langkah Pemprov Berikan Angin Segar

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Selatan (Garsel) sudah masuk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Garut, bahkan sudah sampai di meja DPR RI sejak periode lalu. Namun pengesahan DOB Garsel masih terkendala moratorium dari pemerintah pusat, padahal itu diharapkan bisa membuat wilayah selatan Jabar berkembang.

“Pemekaran Garsel perlu segera dilakukan. Dengan pemekaran wilayah, pelayanan publik akan lebih baik. Semua potensi daerag juga bisa terangkat. Pemekaran ini jadi harapan baru bagi warga di selatan. Saya belum mendapat kabar baru lagi. Tapi katanya Pemprov sudah menyiapkan langkah-langkah baru,” kata Heri Rustiana dari Forum Aliansi Mahasiswa Garut Selatan, Rabu (13/3).

Heri menyebut bahwa angin segar pemekaran Garsel mulai dibuka Pemprov Jabar dan ia mengaku rencana tersebut menjadi semangat baru bagi pihaknya untuk melakukan konsolidasi.

Ia menyebut bahwa selama ini warga di Garsel mengeluhkan jauhnya mengurus administrasi kependudukan dan sejumlah layanan publik. Efektivitas pelayanan yang diberikan Pemkab Garut pun tak optimal. Akibatnya terjadi ketimpangan pembangunan di Kabupaten Garut.

Ia mengungkapkan bahwa antara Garut tengah, utara, dan selatan terjadi ketimpangan khususnya dalam infrastruktur pembangunan jalan dan penataan lingkungan tidak bisa maksimal dilakukan.

“Kabupaten Garut memiliki 42 kecamatan dengan lebih dari 400 desa. Urusan Pemkab Garut pun terpecah karena luasnya wilayah. Sementara urusan dan tanggung jawab pemerintah harus sama ke semua warganya,” ungkapnya.

“Bagi saya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu belum sempurna di masyarakat daerah. Hak-hak atas pelayanan publik tak seimbang karena luas wilayah yang besar,”.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut bahwa Pemkab Garut sudah siap untuk melepas Garsel menjadi DOB dengan langkah maksimum.

“Hanya saja kendalanya ada di moratorium yang diterapkan pemerintah pusat,” katanya.

Helmi berharap agar moratorium tersebut segera dicabut. Pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan legislatif akan hal tersebut namun moratorium tetap menjadi kendala.

“Padahal dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2014 sudah jelas jika DOB bisa dilakukan. Dengan pemekaran wilayah, pelayanan publik kepada warga bisa lebih dekat dan mudah. Jadi memang salah satu kendala dalam penataan itu karena jarak (yang jauh). Coba bayangkan dari Talegong, Cibalong harus ke kota bisa berapa jam,” ungkapnya.

DOB Garsel, menurutnya juga bisa memfokuskan kebutuhan daerah dan pemerintahan baru di Garsel nanti bisa lebih memerhatikan persoalan bencana, misalnya.

“Keinginan kedepan sih tidak hanya selatan saja. Kami juga ingin pemekaran wilayah kota dan utara. Untuk sekarang yang konkret ya baru di selatan,” kata Helmi.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan bahwa secara kondisi geografis Kabupaten Garut harus segera dimekarkan.

“Dengan luas saat ini, cukup memberatkan pemerintah dalam melakukan pelayanan,” ungkapnya.

Syakur mencontohkan, mahasiswanya yang melaksanakan kulih kerja nyata (KKN) di Talegong dan Cisewu harus menempuh waktu hingga empat jam perjalanan. Artinya masyarakat pun akan kelelahan jika harus mengurus administrasi ke wilayah perkotaan Garut.

Ia mengaku sepakat dengan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman bahwa pemekaran di Garut harus dibagi ke dalam tiga wilayah. Bahkan Syakur menyebut bahwa wilayah utara sudah lebih layak.

“Tapi kan tergantung pemerintah. Bagusnya memang tiga wilayah,” ujarnya.

“Wilayah utara dari sisi pendapatan sudah lebih baik dari selatan. Namun jika melihat dari pemerataan pembangunan, tentunya harus mengedepankan wilayah selatan. Akan mahal biaya pembangunan sarana pemerintah di selatan. Di utara relatif lebih murah dan infrastruktur lebih memadai. Ngelepasnya tidak terlalu berat,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here