Diskon Tarif Tol Mudik Bikin Tambah Macet

33
1.488 Km jalan tol di Pulau Jawa dan Sumatera bisa digunakan dalam mudik Lebaran 2019. (Jawapos)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Pemberian diskon 15 persen untuk seluruh ruas jalan tol selama arus mudik dan arus balik 2019 diharapkan dapat mengurai kemacetan. Namun Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berpandangan lain, justru akan memicu kemacetan yang semakin parah.

Diketahui, diskon arus mudik diberlakukan pada tanggal 27,28 dan 29 Mei. Sedangkan arus baliknya pada 10,11 dan 12 Juni 2019.

“Nggak ngaruh. malah bisa menambah macet. Mendorong mereka (pengendara) untuk masuk tol,” kata Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (28/5).

Kebijakan yang salah itu, Tulus meminta pihak terkait seperti Jasa Marga, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Kementerian Perumahan Umum dan Perumaha Rakyat (PUPR) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) harus melakukan antisipasi atas kemacetan yang ditimbulkan dari diskon tersebut.

“Ini harus diantisipasi dampak buruk dari diskon,” ujar Tulus.

Analisis Kebijakan Transportasi sekaligus Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai pemberian diskon bukan faktor utama solusi untuk mengurai kemacetan pada saat arus mudik dan balik Lebaran nanti.

“Kalau kemacetan tidak model ini (diskon), tapi dengan model rekayasa lalu lintas. Rekayasa yang akan dilakukan seperti sistem one way, itu sudah bagus. Pengalaman tahun lalu berhasil, harus ditingkatkan lagi,” ujar Tigor kepada FIN.

Tigor juga meminta untuk jalur arteri harus diperhatikan juga. Mulai dari petugas dan pengaturan rekayasa yang dilakukan di jalur arteri harus ditingkatkan atau harus lebih baik dibanding tahun lalu.

“Kala saya lihat ada beberapa kemacetan di Jawa Timur. Makanya harus ditingkatkan petugas di sana. Pada jalur keluar tol dan terjadi kemacetan. Karenanya harus ada petugas yang sigap dan memadai untuk mengurai kemacetan,” ucap Tigor.

Anggota BPJT Unsur Profesi Kementerian PUPR, Koentjahjo Pamboedi memastikan pemberian diskon 15 persen akan mengurai kemacetan. Dia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 30-31 Mei 2019 dan arus balik terjadi padai 8-9 Juni 2019.

“(Pemudik) beberapa sudah mulai start. Pemudik rata-rata jalan pada sore dan malam hari. Pemberian tarif diskon kita harapkan (pengendara) mudik lebih awal,” ujar Pamboedi di Jakarta, Selasa (28/5).

Dia memprediksi sekitar 40 persen pemudik menggunakan angkutan darat yakni menggunakan jalan tol. Peningkatan pemudik menggunakan jaln tol salah satunya dipicu mahalnya tarif pesawat terbang dan juga beralihnya penumpang kereta api menggunakan jalan tol.

“Beberapa antisipasi kita lakukan, karena magnet jalan tol ini sangat kuat. Dari Surabaya ke Malang membutuhkan waktu kurang satu jam. Dan ini membuat para pemudik menjadi modal transportasi (menggunakan jalan tol),” ujar Pamboedi.

Seperti diketahui, ATI memutuskan untuk memberikan diskon 15 persen di seluruh ruas jalan tol selama arus mudik dan arus balik 2019. Diskon ini diberikan hanya tiga hari saat arus mudik dan tiga hari juga untuk arus balik. Diskon diberikan untuk memecah kendaran supata tidak terlalu padat, sehingga bisa bergeser.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here