Disdik Bantah Ada Pungli, Totong: Kalau Terbukti akan Ditindak

78
Totong, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut

RadarPriangan.com, GARUT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut membantah adanya dugaan pungutan liar yang dialami para guru CPNS di Kecamatan Cikelet. Hasil penelusuran, pihaknya tak menemukan informasi iuran ilegal itu.

Kadisdik Garut, Totong menuturkan, sudah melarang dengan tegas agar semua pegawai di Disdik tak melakukan pungutan. Apalagi sampai meminta ke CPNS.

“Tidak ada seperti yang diberitakan itu. Kalau bentuknya syukuran tapi tidak dikoordinir itu silakan. Yang salah justru kalau dikoordinir,” ujar Totong, Selasa (18/6).

Totong menyebut pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran agar tak ada iuran ilegal yang terjadi di lingkungan pendidikan. Upaya itu untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter.

“Kami ada surat tentang pelarangan pungutan ke siapapun. Sudah terus kami ingatkan. Kenapa harus minta, mereka kan sudah digaji negara,” katanya.

Setiap PNS, lanjutnya, tentu sudah mengetahui aturan dan kewajibannya. Jika memang menemukan pungutan liar, Totong mempersilakan untuk melapor langsung ke Disdik.

“Syukuran yang dikondisikan itu yang dilarang. Tak ada syukuran juga tidak apa-apa. Paling penting nanti kinerjanya sebagai PNS,” katanya.

Menurutnya, saat ini para PNS harus berpikir untuk memajukan pendidikan di Garut. Jangan sampai kembali terjadi ada dugaan pungutan. Terkait pemanggilan kepada CPNS yang merasa dirugikan, Totong mengaku tidak perlu dilakulan. Pihaknya akan melakukan pembinaan ke semua pegawai agar melaksanakan pekerjaan sesuai tugas.

“Jika terbukti nanti yang meminta pungutan bisa kena sanksi administrasi. Menurut kami bentuknya itu bukan pungli. Hanya bentuk syukuran saja. Apapun praktiknya kalau merugikan akan ditindak,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here