Dilengkapi Ragam Menu Kedodolan, Dodolism Tampil dengan Konsep Milenial

69
Owner PT Tama Cokelat Indonesia, Kiki Gumelar memperlihatkan salah satu produk yang ada di Dodolism yang berada di Komplek Swiss Van Java, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut

GARUT – Ikon dodol yang melekat dengan identitas Kabupaten Garut memberi inspirasi bagi Kiki Gumelar selaku pengusaha kuliner untuk mengeksplorasi makanan khas Garut itu menjadi olahan yang menarik. Dodolism yang menjadi salah satu ikon tempat kuliner dodol, kali ini tampil dengan konsep lebih segar dan cocok untuk kalangan milenial, anak-anak hingga dewasa.

PT Tama Cokelat Indonesia sebagai produsen produk makanan cokelat ternama Chocodot terus mengembangkan dodol yang identik merupakan makanan tradisional menjadi makanan modern dan kreatif. Kreasi cokelat dengan dodol asli Garut ini menjadi makanan yang diminati banyak kalangan sebagai cemilan maupun oleh-oleh, baik itu warga Garut maupun luar Garut, kalangan milenial, anak-anak bahkan dewasa.

Karena kecintaannya akan produk tradisional daerah, Kiki berusaha untuk mengangkat dodol sebagai makanan yang diterima oleh semua kalangan dengan menciptakan berbagai produk dodol dan kedodolan diantaranya yang saat ini telah beredar adalah BRODOL (Browniea Dodol). Tidak hanya itu, varian eksplorasi dodol seperti Baso Dod Jamila, Kerupuk Dodol Hauceu, Dodol Babancong, Donat Kedodolan (Dondol) semakin diminati khalayak banyak.

Seolah tidak habis dalam mengeksplorasi dodol, Chocodot juga segera melaunching Roti Eusi Kedodolan (Roedol), Kue Kering Kedodolan (Kukerdol), Pizza Kedodolan (Zadol), Burger Kedodolan (Bordol), Puding Kedodolan (Pudol), dan Pie Dol.

Kiki mengatakan, pengembangan kreatif dari dodol garut ini didukung oleh konsep yang baru yang dituangkan dalam konsep tempat Dodolism yang ciamik, cantik, girlies, yang akan menjadi tempat Hang Out nya kaum feminis milenial satu-satunya di Kabupaten Garut. Tempat ini juga didukung fasilitas untuk party dan menu menu spesial dan eksklusif yang tidak akan ditemukan ditempat lain seperti; Ice Cream Goreng CALISTA, Kebab ANABELLA, Banana nugget BELLlNDA Minuman Fesh ODELIA Minuman Pink PAMELA dan aneka menu lainnya dengan harga relatif terjangkau.

Lanjutnya, dalam penyediaan dan pengembangan dodol yang kreatif tersedia, Chocodot juga membuka DODOL STUDIO di Jalan Otista Tarogong Kaler, di studio itu para pengunjung bisa menemukan semua oleh-oleh serba dodol dan oleh-oleh khas Garut lainnya

“Kita ingin menciptakan kenangan bagi wisatawan yang datang ke Garut. Kedepannya, kita berharap dodol ini bisa menjadi makanan harian,  tidak hanya wisatawan tapi juga warga Garut,” kata Kiki.

“Chocodot juga terus mendorong identitas Garut, kita menciptakan dodol dengan menyertakan identitas dari Garut. Mulai dari kemasan produk kita berbalut objek wisata di Garut, seperti lima gunung di Garut, candi Cangkuang. Terus untuk penamaan produk juga kita memakai nama-nama yang menjadi ikon Garut,”

Para wisatawan yang datang ke Garut bisa mengunjungi beragam tempat yang dibangun dengan berbagai konsep unik. Tempat tersebut bisa dijadikan sebagai sarana untuk wisata kuliner, penggalian ilmu pengetahuan tentang dodol, dan lainnya.

“Kita ada Chocodot world caslte, Istana coklat di Garut dan satu satunya di Indonesia, sekarang progresnya sudah 80 persen. Kemudian chocodot world heritage, disana pengunjung bisa mengenal dodol Garut dalam warisan budaya. Wisatawan ke Garut bisa menemukan dodol yang tidak biasa, balutan cokelat dodol kukus. Kemudian Chocodot world museum, Chocodot world factory, disana pengunjung bisa praktek bikin coklat dodol, belajar berwirausaha di bidang coklat bisa melihat langsung ke pabrik. Sampai saat ini responnya luar biasa, mulai dari warga lokal maupun mancanegara semakin menikmati ragam kreasi dodol di Chocodot,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here