Dikalahkan Denmark, Indonesia Tetap Juara Grup

41
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang turun di partai ketiga nomor ganda putra berhasil menyumbangkan poin pertama bagi Indonesia di pertandingan ini. (media official)

RadarPriangan.com, NANNING -Tim Bulu Tangkis Indonesia gagal meraih kemenangan di laga kedua babak penyisihan Grup 1B Piala Sudirman 2019 saat menghadapi Denmark di Guanxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Rabu (22/5) kemarin dengan skor 2-3.

Meski menelan kekalahan di laga tersebut, Hendra Setiawan dan kawan-kawan tetap lolos ke babak perempatfinal sebagai juara Grup B. Hal itu lantaran, di laga pertama Indonesia berhasil menang telak atas Inggris 4-1.

Hasil itu membuat Indonesia kini menempati posisi pertama klasemen grup dengan rekor 6-4. Sedangkan Denmark, yang kalah oleh Inggris 2-3 lolos sebagai runner-up dengan rekor 5-5. Sementara Inggris di posisi ketiga.

Dalam laga menghadapi Denmark, Indonesia yang menurunkan pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di partai pertama gagal menyumbangkan poin. Ya, Hafiz/Gloria kalah dari pasangan ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen/Sara Thygesen dalam dua set langsung dengan skor 17-21 dan 11-21.

Hafiz/Gloria mengakui kekalahan yang diterimanya ini tak lepas dari kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukannya. Terlbih, Gloria yang mengaku tak puas dengan penampilannya lantaran kerap membuat kesalahsan saat melakukan servis.

“Saya kurang puas dengan penampilan saya, biasanya saya dapat poin dari servis saya, tapi kali ini servis saya tidak seperti biasanya. Bola-bolanya ke Hafiz jadi tanggung dan menyusahkan, dan saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan juga lebih siap menunggu bola-bola dari kami,” ungkap Gloria di situs resmi PBSI, Rabu (22/5).

“Menurut saya, Gloria belum menemukan sentuhan, sayang sekali, kalau dia bisa menemukan sentuhannya game pertama, dari servis mungkin kami bisa ambil poin. Tapi karena dari servis masih kurang touch nya jadi rada tanggung,” tambah Hafiz.

Di partai kedua, Indonesia juga belum bisa mendapatkan poin dari wakil di nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting. Ya, pemain yang kini menempati peringkat tujuh dunia itu gagal mengatasi perlawanan Viktor Axelsen. Alhasil, Anthony kalah dalam dua set langsung dengan skor 9-21 dan 16-21 atas pemain peringkat tiga dunia tersebut.

Anthony menjelaskan, kendala atas kekalahannya tersebut. Menurutnya, Axelsen seolah sudah membaca semua pergerakannya dan lebih mengontrol jalannya permainan.

“Di awal permainan game pertama sempat ketat, setelah itu gap poinnya jauh, saat kejar-kejaran itu dia lebih banyak main di depan net, jadi saya bisa dapat serangan dari netting. Setelah itu, Axelsen mengubah permainan, lebih tidak kasih saya bola di depan, sudah saya pancing untuk main net, dia tetap angkat bola lagi,” ungkap Anthony.

“Lihat dari shuttlecock-nya memang enak untuk dijauh-jauhin. Selain itu mungkin dia kebantu dari posturnya yang tinggi, kalau saya balikin main seperti dia, pergerakannya cuma satu langkah saja dia bisa dapat peluang serangan. Dari fisik memang saya lebih terforsir jauh. Jadi lebih ke cara main, itu kendalanya,” katanya.

Kekalahan ini membuat rekor pertemuan keduanya menjadi imbang 2-2. Terakhir, Anthony berhasil mengalahka Axelsen di ajang China Open 2018 dalam dua set langsung dengan skor 21-18 dan 21-17.

Indonesia baru bisa mendapatkan poin di partai ketiga. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang turun di partai ketiga nomor ganda putra berhasil menyumbangkan poin pertama bagi Indonesia di pertandingan ini.

Poin yang didapat oleh pasangan yang dijuluki The Daddies itu diraih setelah mengalahkan Mathias Boe/Kim Astrup dengan dalam dua set langsung dengan skor 22-20 dan 21-14.

Menurutnya, kekalahan 0-2 timnya di dua partai sebelumnya tak mempengaruhi penampilannya dalam pertandingan tersebut. Mereka mengatakan hanya mencoba untuk fokus di setiap pertandingan dan menyumbangkan poin bagi Indonesia.

“Kami fokus ke kami pertandingan kami sendiri, nggak mikirin yang sebelum-sebelumnya. Ini pertandingan pertama kami di sini, jadi awal-awal masih kurang enak mainnya,” tutur Hendra.

“Pasangan baru ini nggak ada bedanya (dengan pasangan tetap), sama-sama kuat, tapi kami fokus ke permainan kami. Di awal kami banyak melakukan kesalahan sendiri, tapi kami motivasi diri kami sendiri tidak memikirkan permainan mereka, karena kebanyakan permainan mereka kan gitu, banyak angkat-angkat supaya kami kebanyakan smash,” sambung Ahsan.

Sayangnya, di partai keempat, Fitriani yang turun di sektor tunggal putri menelan kekalahan atas Mia Blichfeldt. Fitirani menenalan kalah straight game dengan skor 21-13 dan 21-19.

Fitriani mengakui kekalahan ini lantaran dirinya kerap membuat kesalahan. Ditambahkannya, sang lawan juga lebih mengontrol permainananya yang membuatnya lebih dalam posisi tertekan oleh lawan.

“Hari ini lawan lebih mengontrol permainan, saya tertekan dan banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang tenang dan kurang sabar. Saya coba ubah permainan di game kedua, lebih banyak ke reli kontrol, melayani permainan lawan dulu, defense balik serang, tapi lawan serangannya tajam, jadi waktu pengembalian saya kurang menyusahkan, lawan langsung menyerang, langsung menekan ke belakang,” jelas Fitriani.

Meskipun Denmark telah memastikan kemenangan dengan skor 1-3, namun di babak penyisihan, semua partai tetap harus dimainkan. Terakhir di partai kelima, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhadapan dengan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.

Beruntung, di pertai kelima itu, pasanga andalan ganda putri Indonesia itu berhasil meraih kemenangan atas Maiken/Sara. Dalam pertandingan yang berjalan selama 49 menit itu, Greysia/Apriyani berhasil menang dua game langsung dengan dengan skor 21-18 dan 21-13.
“Pemain Eropa percaya dirinya tinggi, kami nggak boleh lengah, tetap tekan mereka, adu strategi dalam ngotot-ngototan, adu dari segi non-teknisnya,” tutur Greysia.

Kemenangan yang diterima Greysia/Apriyani ini yang seklaigus mengantarkan Indonesia menjadi juara Grup 1B Piala Sudirman 2019 sesuai perhitungan jumlah kemenangan dengan tim Denmark yang menjadi runner up Grup B.

“Alhamdulillah Indonesia juara grup,” ucap syukur Apriyani yang berhasil menyumbangkan poin di laga ini membuat Indonesia kalah 2-3 atas Denmark.

“Kami tahu kami penentu kalau juara atau enggaknya, kami mau jadi juara, jadi kami mau pikirkan itu saja, fokus ke permainan, ambil poin ini. Kekalahan teman-teman sebelumnya tidak mempengaruhi kami. Kami mau menyumbangkan satu poin karena penting banget buat Indonesia,” tambah Greysia.

Indonesia tinggal menunggu lawan di babak perempatfinal yang ditentukan lewat drawing malam ini susai semua pertandingan babak penyisihan selesai. Selain Indonesia, tiga tim lain yang melaju ke babak delapan besar sebagai juara grup adalah Jepang, Korea Selatan, dan China.

Di sisi lain, selain Denmark, Malaysia, Thailand dan Taiwan juga sudah memastikan diri lolos ke babak perempatfinal dengan status runner-up grup.

Dengan predikat juara grup, maka Indonesia akan bertemu dengan runner up grup lain. Indonesia sendiri berpeluang untuk bertemu salah satu dari para runner up tersebut, terkecuali Denmark yang berasal dari grup yang sama. (gie/fin/wsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here