Di Ciamis, Harga Sejumlah Komoditas Melonjak

120
Harga sejumlah komoditas di Pasar Manis Ciamis mengalami kenaikan pada Ramadan. (RIZKI ALDISAPUTRA/RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, CIAMIS – Memasuki hari kedua dalam berpuasa di bulan Ramadan, harga bawang putih dan komoditas lainnya meningkat secara signifikan di Pasar Manis Ciamis. Harga yang melonjak di antaranya, tomat yang sebelumnya Rp8000 menjadi Rp14.000, harga bawang putih dari harga Rp30.000 menjadi Rp80.000, harga mentimun dari harga Rp5000 menjadi Rp10.000, sementara harga komuditas lainnya masih stabil.

“Harga komuditas tersebut sudah seminggu ke  belakang ini naik. Tidak masalah harga naik, tapi barangnya jangan sampai langka, ini yang menjadi kedala di kami sebagai pedagang,” ujar Rani, 26, salah satu pedagang sayuran di Pasar Subuh Ciamis (07/05/2019).

Rani juga mengatakan, kondisi seperti ini sudah terjadi setiap bulan Ramadan, kenaikan harga juga seringkali terjadi seminggu menjelang Ramadan.

Harga naik, menurut Rani akibat kelangkaan barang, langkanya komoditas di Pasar Ciamis disinyalir karena stoknya sedikit, sehingga rebutan dengan pelanggan pasar daerah lain.

“Banyak pembeli yang datang mengeluh dengan kenaikan harga sebagian sayuran, pembeli juga bilang wajar-wajar saja harga naik asalkan barangnya ada,” tuturnya.

Sementara Lilis Widaningsih, sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis mengatakan untuk kelangkaan stock barang karena adanya perubahan cuaca sehingga panennya menurun.

“Kami dari pihak Dinas Pertanian memiliki program untuk menggunakan pekarangan rumah sebagai media untuk menanam tanaman palawija. Dan juga sayuran yang sering dibutuhkan sehari-hari oleh masyarakat,” ujar Lilis.

Lilis juga berharap kepada masyarakat yang rumahnya yang memiliki pekarangan, untuk digunakan sebagai media tanam palawija. Hal ini, kata Lilis, bisa menjadi alternatif apabila harga sedang mengalami kenaikan, selain juga bisa menghemat pengeluaran.

“Alhamdulilah saat ini program tersebut sudah berjalan dan banyak inovasi-inovasi yang tumbuh dari masyarakatnya sendiri, sehingga ke depannya masyarakat tidak ketergantungan lagi dengan kondisi harga sayuran di pasar dan bisa lebih mandiri,” pungkasnya. (mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here