Dewan Pers Ajak Media Berperan dalam Rekonsiliasi

106
Jokowi-Maaruf bersama Prabowo - Sandi saat deklarasi Pemilu damai. (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Dewan Pers mengajak kalangan media menggunakan perannya untuk kepentingan bangsa sekaligus turut melakukan rekonsiliasi pasca-Pemilu 2019 lewat pemberitaan di tengah situasi saling klaim kemenangan para peserta pemilu.

“Kita bisa melihat bagaimana dua pasangan calon presiden-wakil presiden sekarang ini sudah saling mengklaim kemenangan. Klaim kemenangan ini tidak kondusif untuk bangsa kita,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam siaran persnya.

Yosep mengajak para jurnalis untuk memberitakan hal-hal pascapencoblosan, seperti penghitungan suara hingga sampai penetapan pasangan calon terpilih. Jika nanti setelah tanggal 22 Mei mendatang ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi, media meliput hingga proses di Mahkamah Konstitusi.

Intinya Dewan Pers mengajak media supaya turut mengutuhkan kembali komponen bangsa yang seakan terkotak-kotak karena pemilu dan bisa berperan sebagai rumah penjernih di tengah hiruk pikuk konsentrasi proses politik.

Yosep berpandangan media saat ini telah menjadi bagian dari politisasi. “Banyak pemilik media yang menjadi tokoh parpol dan media juga sepertinya terbelah pada paslon masing-masing,” ucapnya.

Dewan Pers dalam Pemilu 2019, lanjut dia, telah menerima sejumlah laporan terkait dengan pemberitaan media. Sebelum pencoblosan itu, sedikitnya 48 laporan soal pemberitaan media yang masuk dari Bawaslu ke Dewan Pers. Selain itu, ada delapan kasus ditangani langsung oleh Dewan Pers dan ada sekitar 10 kasus itu koordinasi Dewan Pers dengan penyidik Polri.

Setelah tahap pencoblosan, lanjut Yosep, juga masih ada pengaduan yang masuk sekitar 10 pengaduan. Rata-rata pengaduan itu karena pemberitaan yang dianggap aneh-aneh, seperti menfitnah salah satu calon.

Yosep juga berharap media jangan mudah memercayai dan menggunakan informasi yang beredar di media sosial.

“Boleh saja digunakan sebagai informasi awal. Namun, tetap harus dilakukan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi. Karena tanpa tiga hal itu, berita akan bermasalah,” ujarnya. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here