Desain Jembatan Citanduy III Dinilai Tanpa Perencanaan

275
Desain jembatan Citanduy III yang baru diresmikan Wali Kota Banjar mengundang kontroversi karena desainnya aneh dan disebut tanpa perencanaan. (ANGGORO/RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, BANJAR – Pembangunan Jembatan Citanduy III yang menelan anggaran lebih dari Rp17 Miliar, dianggap tanpa perencanaan yang jelas.

Ir Soedrajat, warga masyarakat Banjar yang juga eks anggota DPRD Kota Banjar Komisi III menganggap janggal dan aneh perencanaan pembangunan jembatan yang telah diresmikan oleh Wali Kota Banjar beberapa waktu lalu itu.

“Sewaktu saya duduk di Komisi III saya pun merasa janggal dan aneh ketika ada rencana pembuatan jembatan lokasinya di dekat jembatan yang sudah ada,” ungkap Ajat Doglo, sapaan dari Soedrajat saat ditemui di kediamannya, Senin (13/5).

Menurut Doglo, dasarnya pembanguan jembatan menurut pengajuan dari Dinas PU dengan alasan karena perekonomian kecamatan Langensari terganggu semenjak jembatan Dobo yang lama itu di portal. “Ya itu kan nggak ada korelasinya,” tandasnya.

Doglo menegaskan, kemudian lebih aneh lagi ketika setelah jadi ternyata struktur bangunan yang sudah jadi itu tidak simetris bentuk jembatannya. “Di sini lebar, di sebalah sana sempit, itu kan aneh,” tandasnya.

Menurut Doglo, dirinya mendengar bahwa pihak BBWS Citanduy, sampai saat ini belum menurunkan rekomtek pembangunan jembatan tersebut.

Doglo menambahkan, perencanaan awal lokasi jembatan yang akan dibangun di sinartanjung tembus ke kecamatan Purwaharja di depan pom bensin.

“Pembangunan jembatan tersebut, yang saya tahu untuk membuka akses baru kawasan industri Kota Banjar di sana, Jadi kita pun dari Komisi III merasa aneh  tiba-tiba jembatan dibangun di lokasi berdampingan dengan jembatan yang sudah ada,” pungkasnya.

Sementara itu, sekretaris MperJakon (Masyarakat pemerhati Jasa Kontruksi) Kota Banjar Fikri Adytia menilai pembangunan jembatan Citanduy III gagal perencanaan. Dirinya menilai, dari beberapa tanggapan dari Pihak Komisi III DPRD Kota Banjar yang tidak pernah diberitahu perencanaan. Bahkan pada saat ada pekerjaan lanjutan, malah kaget, ditambah, Dinas terkait sendiri menyatakan bahwa perencanaanya hanya review saja.

“Loh perencaan pembangunan itu harus jelas, berapa anggaran yang dibutuhkan sampai dengan selesai, terus kapan perencanaan pekerjaan jembatan itu diadakan, tahu-tahu anggaran sudah muncul, dan dilelangkan, kemudian dilaksanakan, dan gak selesai terus ada pekerjaan lanjutan, kan aneh,” tadasnya.

Dalam kontek bentuk fisik jembatan, Fikri menganggap aneh, bentuk jembatan tersebut. Sebagian besar dan sebagian kecil. “Jembatan ini aneh, sebagian besar sebagiannya lagi menyempit, apa ini juga sesuai rencana pembangunanya,” ucapnya. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here