Debit Air Situ Gede Menyusut, 230 Ha Lahan Terancam Kekeringan

81
Situ Gede di Mangkubumi, Kota Tasikmalaya mengalami kekeringan, dan mengancam ratusan hektar lahan pesawahan. (IQBAL GOJALI/RadarPriangan.com)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – 230 hektar lahan di wilayah Tasikmalaya terancam kekeringan setelah debit air di Situ Gede Kota Tasikmalaya mengalami penyusutan. Kawasan Situ Gede sendiri tampak menyusut hingga sebagian dasar yang berada di pinggir waduk terlihat jelas.

“Penyusutan Situ Gede sudah dirasakan sejak dua bulan terakhir. Air dari Sungai Cibanjaran yang menjadi sumber utama yang mengairi Situ Gede bahkan tidak lagi mengalir. Debitnya sudah nol,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, Rabu (3/7).

Ia menyebut bahwa air yang berada di Situ Gede memiliki fungsi mengiri sekitar 230 hektare lahan sawah yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya. Dengan penyusutan tersebut, menurutnya secara otomatis lahan tersebut terancam kekeringan.

“Untuk sementara sawah-sawah yang terairi dari Situ Gede masih dapat pasokan air dari resapan tanah, namun potensi kekeringan tetap tinggi. Apalagi kalau menurut perkiraan kasar, kemarau tahun ini akan lama dan di sini memang sudah gak ada hujan sama sekali,” katanya.

Sandi menyebut bahwa para petani di Kota Tasikmalaya sebetulnya sudha diarahkan untuk menanam palawija ketika memasuki kemarau, namun masih banyak saja yang menanam padi. Padahal menurutnya penyusutan Situ Gede sebetulnya hampir terjadi setiap tahun sehingga bisa terprediksi.

“Diperlukan penanganan untuk menjaga debit air tetap stabil, apalagi selain untuk irigasi persawahan Situ Gede juga merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Tasikmalaya. Namun kewenangan untuk melakukan penanganan di Situ Gede ada di tangan Provinsi Jawa Barat, Dinas PUPR Kota Tasikmalaya hanya memanfaatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Tata Supriyatna mengatakan menyebut bahwa penyusutan air di Situ Gede sangat memengaruhi kondisi irigasi lahan pertanian di Kota Tasikmalaya. Yang paling terpengaruh sendiri adalah Kecamatan Kawalu dan Mangkubumi.

Meski demikian, ia menyebut bahwa kekeringan yang terjadi saat ini akibat penyusutan air di waduk terbesar di Kota Tasikmalaya itu belum berpotensi menyebabkan kegagalan panen. “Berdasarkan data saat ini ada 169 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan. 110 hektare diantaranya terancam kekeringan kategori ringan, 58 hektare terancam sedang, dan 1 hektar berat,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa rata-rata usia padi sendiri berkisar antara 44 hingga 50 hari. Dan menurutnya gagal panen tetap bisa diatasi jika petani mengusahakan pengairan dengan sedot air. Saat ini sendiri pihaknya tengah menginventarisi pompa yang ada di kelompok tani.
“Jika diperlukan dari dinas akan menambah bantuan pompa penyedot air,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here