Debat Pamungkas Diprediksi Alot

173
Debat kelima akan digelar KPU malam nanti.

RadarPriangan.com, JAKARTA – Debat kelima yang berlangsung nanti malam dipastikan berjalan alot. Masing-masing kandidat diprediksi akan memaparkan sejumlah data. Paslon 01 Jokowi Amin akan menjelaskan capaian selama menjabat. Sebaliknya, kubu 02 Prabowo-Sandi diprediksi akan mengkritisi lewat data yang ditemukan di lapangan.

Pengamat Politik, Emrus Sihombing menjelaskan, pasangan 01 Jokowi-Amin sebagai petahana bisa menyajikan data lebih proporsional. Jokowi sebagai petahana bisa meminta data ke menteri. Baik perdagangan maupun ekonomi. Sedangkan Prabowo-Sandi diprediksi akan mengkritik target pencapaian ekonomi nasional yang dijanjikan tujuh persen tetapi hanya tercapai lima persen.

Dari segi penampilan, Emrus menilai, ketiga kandidat, yakni Jokowi, Maruf Amin dan Sandiaga Uno akan tampil lebih tenang. Sedangkan Prabowo, tidak akan berubah. Direktur Eksekutif Emrus Corner ini memprediksi Prabowo tetap tampil agresif.

Menurutnya, ketiga kandidat bisa tampil dengan tenang karena bisa menguasai emosi. Sementara Prabowo dinilai kurang bisa mengelola emosi. “Akhirnya prabowo akan menampilkan karakter selama ini,” terangnya kepada Fajar Indonesia Network di Jakarta, Jumat (12/4)

Akademisi Universitas Pelita Harapan ini juga memperdiksi, dalam debat terakhir, masing-masing kandidat tidak akan sindir dan menyerang. Alasannya, dengan tampil agresif dan menyerang, tidak signifikan dalam meningkatkan elektabilitas.

Ternyata elektabilitas paslon tidak naik drastis. Saling sindir dan menyerang tidak diinginkan masyarakat. Justru masyarakat butuh program. “Prabowo bisa mengkritik pembangunan dan mengemukakan kekurangan serta memberikan solusi. Dan harus memberikan suatu program loncatan yang luar biasa,” ujarnya.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan tayangan debat kelima pilpres dengan baik. Debat juga menjadi penutup masa kampanye Pemilu 2019. Selain itu, isu yang diangkat dalam debat kelima juga sangat dekat dengan keseharian masyarakat.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan debat terakhir punya nilai tersendiri, yaitu kembali mempertemukan kedua pasangan capres cawapres. Kombinasi ini sebelumnya muncul saat debat pertama. Selanjutnya, debat mempertemukan capres dengan capres dan cawapres dengan cawapres.

“Besok itu kita akan saksikan lagi besok mereka berpasangan dua-dua, sehingga kita bisa melihat kombinasi antarkandidat capres-cawapres dalam satu kesatuan lengkap, bagaimana masing-masing menawarkan solusi untuk masyarakat,” ujar Pramono.

Sebelumya, Peneliti Politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah menilai, debat terakhir ini akan dihabiskan oleh kedua kubu untuk mempertaruhkan diksi dan narasi. Hal itu dianggap lebih penting demi meningkatkan elektabilitas pada hari terakhir rapat umum.

“Membaca debat capres sebelumnya, kedua kubu sulit sekali menyentuh persoalan kebijakan, lebih banyak menjual harapan imajiner dan program populis, untuk itu debat terakhir ini keduanya akan memaksimalkan waktu untuk tampil mengesankan, tetapi dari perspektif diksi dan narasi,” katanya.

Meskipun menurut Dedi debat capres seharusnya lebih mengarah persoalan pokok, yakni beradu argumentasi dan kebijakan yang membangun terkait tema.

“Kondisi demokrasi elektoral yang memaksa kedua kubu untuk saling berebut simpati calon pemilih, sehingga mengemukakan sesuatu yang disenangi pemilih, akan lebih diutamakan daripada yang seharusnya. Terlebih debat akan membicang persoalan ekonomi, di mana petahana tidak memiliki kecukupan catatan prestasi, sementara penantang hanya memiliki rencana kerja” lanjutnya.

Dalam analisanya, Direktur Riset Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP) ini meyakini kedua kubu akan berebut pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). Menurut Dedi, kelompok undecided voters didominasi kalangan rasional, sehingga keduanya harus mampu menunjukkan performa debat yang mengesankan setidaknya untuk kalangan pemilih ini.

“Tentu saja mereka (undecided voters-red) lebih rasional dari yang sudah menentukan (memilih). Kelompok ini dalam proses orientasi mengenali masing-masing kontestan, salah satunya akan memperhatikan performansi debat,” tandasnya. (khf/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here