Debat Keempat Pilpres Besok, KPU tak Undang Menteri

91
Debat kelima akan digelar KPU malam nanti.

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Dua capres yakni Joko Widodo (Jokowi‎) dan Prabowo Subianto bakal kembali dipertemukan dalam debat keempat yang diselenggaran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk debat keempat dilaksanakan pada 30 Maret 2019 di Hotel Shangri La, sekira puku 20.00 WIB. Kedua pasang capres kembali diundang untuk berdebat terkait masalah ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

Dalam debat ketiga ini KPU ada sembilan panelis yang bakal menyusun sejumlah pertanyaan bagi kedua capres. Mereka adalah, Prof DR Zakiyuddin, M.Ag (Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga), Dr J Haryatmoko SJ (Akademisi/pengajar fakultas teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), Dr Erwan Agus Purwanto M Si (Dekan Fisip Universitas Gadjah Mada), Dr Valina Singka Subekti M Si (Akademisi/pengajar departemen ilmu politik, Fisip UI).

Kemudian Dadang Tri Sasongko (Sekjen Transparency International Indonesia), Al Araf (Direktur Eksekutif Imparsial), Dr Ir Apolo Safanpo ST MT (Rektor Universitas Cenderawasih), Drs I Basis Eko Soesilo MA (Akademisi/Pengajar HI Fisip Unair dan Direktur Centre for Strategic and Global Studies/CSGS) dan Dr Kusnanto Anggoro (Akademisi/Pengajar Fisip UI)

‎Sementara moderator dalam debat keempat adalah, Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi sebagai moderator debat keempat pilpres. Retno Pinasti adalah pembawa acara di Liputan 6 SCTV, sedangkan Zulfikar Naghi merupakan pembawa acara berita Indosiar.

“Disepakati dalam penyelenggaraan debat keempat untuk moderator adalah Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3).

Nama moderator diputuskan melalui kesepakatan antara KPU, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Lebih lanjut, Metro TV yang dianggap tidak netral sebagai media massa juga sempat ditolak oleh BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai televisi penyelenggara debat. Hal ini merujuk data dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang menilai pemerintaan Metro TV tidak berimbang.

Namun setelah lobi-lobi panjang, akhirnya BPN menyetujui Metro TV sebagai televisi penyelenggara debat keempat antar capres. Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, catatan tersebut adalah meminta stasiun televisi penyelenggara debat menjaga independensi dan netralitas.

“Catatan dari kami, kami ingin mengingatkan bagaimana pentingnya independensinya, netralitas TV penyelenggara karena itu bagian dari rangkaian yang diatur undang-undang,” kata Ferry usai rapat persiapan debat keempat di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Senin (25/3).

BPN Prabowo-Sandi, kata Ferry, menginginkan agar pesta demokrasi ini tak ternodai hanya karena ada stasiun televisi yang tak berimbang dalam memberitakan seputar Pilpres 2019.

Selain itu, KPU juga memutuskan tidak lagi mengundang menteri Kabinet Kerja dalam debat keempat dan kelima yang bakal dilaksanakan akhir Maret dan awal April.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, dalam debat keempat dan kelima mendatang lebih mengutamakan mengundang akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berkaitan dengan tema debat.

“Kalau untuk yang keempat kemungkinan ditiadakan, KPU lebih mengutamakan mengundang perguruan tinggi atau kelompok masyarakat,” ujar Pramono saat dikonfirmasi, Rabu (20/3).

Pramono mengatakan usulan dari KPU ini ‎sudah disepakati oleh tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin dan juga Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan kesepakatan ini muncul sebelum debat ketiga 17 Maret 2019 kemarin.

“Sebenarnya sudah disepakati sejak ‎sebelum debat ketiga, tapi undangan waktu itu sudah telanjur disebar. Sehingga enggak mungkin menarik undangan,” katanya. (jpc/fajar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here