Datangi MUI, Raffi Ahmad Ngaku Khilaf

24
IG Pesbukers

RadarPriangan.com, JAKARTA – Program Ramadan Pesbukers tengah mendapat sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tayangan di salah satu televisi swasta itu dinggap tidak pantas menyuguhkan hal-hal yang tidak etis dan pantas di bulan suci Ramadan.

Karenanya MUI mengancam akan menyetop program tersebut dengan alasan agar media massa kini lebih selektif dalam penayangannya sehingga tidak merusak generasi bangsa.

Mewakili artis-artis di program Pesbukers, Raffi Ahmad menyambangi Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/5).

Usai bertemu dengan perwakilan MUI, suami Nagita Slvina itu menuturkan tidak ada niat jelek apapun di bulan Ramadan dengan melakuan perbuatan yang tidak pantas.

“Ya istri sama keluarga mendoakan yang lebih baik lah. Sebenernya pastilah teman-teman, istri tahu lah kita nggak akan ada niat untuk sengaja,” kata Raffi Ahmad.

Raffi menegaskan, apa yang dilakukan acara live di Pesbukers itu adalah khilaf. Bukan karena sengaja.

“Teman-teman produksi pun nggak akan ada niat sengaja untuk lengah, tapi ini kan ke khilafan saja. Bagusnya kan ke depannya karena sudah dialog, akan ada sebelum acara dialog, ya seperti itu,” ujar Raffi.

Untuk itu, ke depan dia akan memperbaiki diri dan kontennya juga akan dibuat sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kontra di masyarakat.

“Pastinya dari KPI ingin ada tontonan yang bisa jadi tuntunan yang baik kepada penonton masyarakat juga. Kita akan berupaya sebaik mungkin,” ucap Raffi.

Sementara pihak Anteve mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap, karena belum menerima surat dari MUI.

“Terus terang belum dapat surat pemberitahuannya atau press rilisnya. Saya belum baca. Jadi belum bisa komen apa-apa dulu,” ujar Manager Corporate Communcation Anteve, Ichawan.

Ichwan juga bingung apa yang dipermasalah MUI. Dia pun belum tahu apa yang harus diubah dalam isi tayangan tersebut.

“Perubahannya itu yang seperti apa ya. Saya juga belum tahu ini, yang dipermasalahkan yang mana,” ucap Ichwan.

Sebelumnya MUI meminta tayangan Pesbukers dihentikan, karena tidak memberikan edukasi bagi penontonnya, terutama anak-anak.

“Kami meminta kepada KPI menutupnya sehingga hukum ditegakkan itu untuk melakukan agar lembaga penyiaran menjadi lebih selektif untuk menayangkan program-program,” kata Ketua Komisi Dakwah, M. Cholil Nafis.

MUI menganggap program Pesbuker semakin lama kontennya merusak moral masyarakat dengan dibalut komedi.

“Khawatir bukan hanya programnya yang tidak disukai masyarakat, tapi nanti lembaga penyiarannya, televisinya yang dimusuhi masyarakat, dan dianggap ada agenda-agenda dimana ingin menghancurkan moral masyarakat,” sambungnya dia.

Lanjut Cholil, dengan ancaman penghentian tayangan tersebut diharapkan media penyiaran tersebut menjadi kapok, sehingga dapat meyuguhkan tayangan yang pantas dan mendidik bagi yang menontonnya.

“Yang kedua, supaya lembaga penyiaran itu ada rasa kapok. Ini kok diomongin tidak berubah, dengan cara begini kita bisa melihat saja nanti dari penegak hukum dan respons masyarakat,” ujar Cholil Nafis.

Menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan tayangan juga tidak lepas dari kesalahan lembaga penyiaran. Cholil Nafis mengingatkan lembaga penyiaran untuk bertanggungjawab dampak dari tayangan lelevisi di Tanah Air.

“Lembaga penyiaran tidak bisa beralasan rating lalu provider, mereka juga harus bertanggungjawab terhadap majunya bangsa ini termasuk efek dari siaran yang ditayangkan di televisi,” pungkas Cholil Nafis.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here