Darurat, 54 PPIH Terbang ke Makkah

78
Sebanyak 54 PPIH tambahan diterbangkan ke Makkah untuk membantu operasional selama pelaksanaan ibadah haji. (Istimewa for FIN)

RadarPriangan.com, JEDDAH – Kementerian Agama (Kemenag) mengirimkan 54 petugas haji tambahan ke Arab Saudi. Kedatangan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 ini untuk membantu operasional layanan haji di Tanah Suci.

“Tim sudah datang. Dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah langsung bertolak ke Makkah. Sudah kita deploy ke operasional haji untuk sementara menjelang wukuf di Arafah. Jadi semua akan kita tempatkan di Makkah” terang Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali, Selasa (30/7).

Adapun petugas tambahan ini berasal dari berbagai instansi.Mulai dari Kementerian Agama, kepolisian, TNI, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat (ormas). Dengan pembagian tugas kerja, seperti pada pelayanan umum, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah (linjam) dan administrasi.

Kemudian setelah masa puncak haji selesai, akan ada perubahan penempatan bagi petugas tambahan. Sebagian tetap berjaga di Makkah dan lainnya ke Madinah. Pergeseran demi mengoptimalkan layanan, terutama saat masa kepulangan jemaah haji.

Saat di tanah air, petugas tambahan juga telah mendapatkan arahan dan pembekalan. “Kami kemarin sudah dikasih training dan briefing dari Sekretaris Dirjen dan Direktur Bina Haji. Kita memang diharapkan membantu jemaah dalam melaksanakan ibadah haji intinya seperti itu,” ujar Ketua Rombongan Petugas PPIH tambahan Muhammad Mukmin Timoro.

Dari pantauan, jemaah haji mendapatkan pengarahan dari Kepala Daerah Kerja Arsyad Hidayat sebelum bertolak ke Makkah. Saat tiba di Makkah para petugas terlebih dulu melaksanakan Umroh sebelum bertugas. Adapun masa tugas bagi petugas tambahan berbeda-beda, antara 45 hari hingga 50 hari.

Seperti diketahui tahun ini, selain kuota haji 204 ribu untuk reguler, Arab Saudi juga memberikan tambahan sebanyak 10 ribu. Sehingga total jemaah haji reguler di Tanah Suci mencapai 214 ribu. Turut mendampingi penyambutan tambahan petugas Ketua PPIH Arab Saudi Endang Jumali dan Sekretaris PPIH Arab Saudi Noer Alya Fitra.

Tim tambahan yang datang, diharapkan bisa memberikan bantuan tenaga Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) Kemenag dalam menangani jamaah haji asal Indonesia yang mengalami kondisi darurat di area Masjidil Haram yang mulai dipenuhi oleh jamaah dari seluruh dunia.

Berdasarkan informasi yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN) kondisi gangguan kesehatan jamaah haji Indonesia dikarenakan aktivitas jamaah haji seluruh dunia yang sudah mulai terpusat di Masjidil Haram Mekkah.

Dengan tingkat kepadatan jamaah semakin meningkat menyebabkan beban fisik menjadi bertambah. Beberapa kondisi darurat yang kami temukan antara lain menurunnya tekanan darah akibat kurangnya asupan makan dan minum sebelum beraktivitas atau ada faktor penyakit lainnya, terjatuh saat menaiki eskalator sehingga menyebabkan terluka, sesak nafas, nyeri ulu hati.

“Tak jarang mereka mengalami mual muntah. Ada juga serangan jantung,” jelas salah seorang personil Tim P3JH dr. Hafidh Hanifudin, lewat pesan singkatnya.

Dikatakannya, dalam menolong jamaah yang mengalami kondisi darurat medis yang butuh penanganan intervensi, P3JH berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan yang ditempatkan di terminal Syib Amir, dan juga dengan tim medis emergensi Arab Saudi yang ada di beberapa titik Masjidil Haram.

“Permasalahan penanganan kondisi darurat medis di Arab Saudi adalah karena kita berada di negara orang lain, di mana tuan rumah tentu memiliki otoritas terkait penanganan jamaah yang mengalami kondisi darurat,” kata dia.

Tim P3JH memprioritaskan evakuasi jamaah yang mengalami kondisi darurat ke fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Tim TGC. Selanjutnya jamaah akan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Jika memang perlu dirujuk ke rumah sakit, tim KKHI yang akan mengkoordinasikan dengan rumah sakit Arab Saudi. “Bahasa sering menjadi kendala dalam koordinasi dengan tim medis Arab Saudi. Namun tetap kita menghormati otoritas tuan rumah yang tentunya juga didukung oleh tim medis dan sarana prasarana kesehatan yang telah disiapkan untuk melayani jamaah haji dari seluruh dunia,” kata Wakil Koordinator Tim P3JH Arab Saudi Mahesa Paranadipa.

Saat ini tercatat di data Siskohat sebanyak 30 jamaah Indonesia wafat di Arab Saudi. Tidak ada keterangan penyebab wafatnya. Jumlah ini dikhawatirkan akan bertambah jika kondisi-kondisi yang berisiko tidak mendapat perhatian serius dari seluruh pihak sehingga menimbulkan kondisi darurat.

Delegasi Amirul Hajj Tiba Hari Ini

Semenatara itu, delegasi Amirul Hajj tahun 1440 H/2019 M yang dipimpin Menag Lukman Hakim Saifuddin dan rombongan bertolak ke Tanah Suci dari Jakarta, kemarin (30/7) pukul 11.00 WIB.

Menag Lukman Hakim Saifuddin selaku amirull hajj bertolak ke Tanah Suci didampingi 13 orang anggota yang merupakan pimpinan ormas-ormas Islam, terdiri dari dua orang naib (wakil), satu sekretaris, delapan anggota, dan dua tim sekretariat.

Menag mengatakan delegasi amirul hajj adalah sebuah tim khusus yang dibentuk setiap kali penyelenggaraan haji. “Kalau ada kendala-kendala mereka bisa memberikan saran dan masukan, pertimbangan-pertimbangan yang intinya agar penyelenggaraan haji itu tetap terjaga kualitasnya,” ujar Menag sesaat sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Selain itu, karena mereka adalah para pimpinan ormas-ormas Islam, maka mereka juga dimanfaatkan kehadirannya untuk bisa melakukan bimbingan manasik haji baik rangka memberikan tausiyah, dan memberikan bimbingan manasik haji. “Dan jamaah akan antusias ketika mengetahui ada delegasi dari amirul hajj yang bisa memberikan ceramah keagamaan,” terangnya.

Delegasi amirul hajj akan kembali ke Tanah Air pada 18 Agustus 2019.Terkait perkembangan operasional penyelenggaraan haji hingga saat ini, Menag mengungkapkan sejauh ini operasional haji berjalan lancar. “Alhamdulillah, sejauh ini tetap berjalan lancar, saat ini hampir sebagian besar jamaah haji sudah berada di Mekkah, karena sejak 28 Juli kemarin, tidak ada lagi calon jamaah haji yang berada di Madinah, seluruhnya sudah bergeser ke Mekkah,” terangnya. (ful/fin)

Susunan Delegasi Amirul Hajj

Ibadah Haji Tahun 1440H/2019M

1. Amirul Hajj :

Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama)

2. Naib Amirul Hajj :

A Bunyamin Ruhiyat (PB NU); dan M. Busyro Muqaddas (Muhammadiyah)

3. Sekretaris:

Muchlis M. Hanafi (Kemenag)

4. Anggota:

Hamid Balfas (Al Irsyad Al Islamiyah)

Yusnar Yusuf Rangkuti (Al Washliyah)

Imam Addaruqutni (DMI)

Hamzah Harun Al Rasyid (UIN Alauddin Makassar)

Rofiqul Umam Noeril Huda (MUI)

Umar Al Haddad (Rabithah al Alawiyah)

Ali Machfudon Abdillah (JATMAN)

Pattiselano Roberth Johan (Kemenkes)

5. Staf Sekretariat:

Ahmad Zayadi (Kemenag),

Khoirul Huda Basyir (Kemenag)

Sumber: Kemenag

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here