Curug Cibadak, Destinasi Favorit yang Perlu Penataan Akses

268
Pengunjung nampak asyik berswa foto dengan latar Curug Cibadak, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. (RIZKI ALDISAPUTRA / RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Bagi yang suka treveling atau foto-foto di kawasan Tasikmalaya, khususnya di jalur Rajapolah, atau Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, ada baiknya bisa berkunjung sejenak di Curug Badak, di Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Curug  Cibadak yang dikelola Perhutani, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) serta Karang Taruna dan Lembaga Masarakat Desa Hutan (LMDA) sejak tahun lalu.

Curug cibadak terletak tidak jauh dari jalur utama. Untuk sampai ke lokasi pengunjung harus melintas jalur selatan untuk menuju ke curug tersebut. Para wisatawan atau treveling dapat sejenak melepas penat sertes setelah melakukan pekerjaan dan perjalanan panjang di curug tersebut.

Tidak butuh waktu lama untuk menuju Curug Badak, Kabupaten Tasikmalaya. Dari Jalan Raya Tasikmalaya-Ciawi, tepatnya di pertigaan pos polisi Pesantren Al-Idrisiyyah, pengunjung dapat berbelok ke arah Jalan Raya Cisayong. Setelah melintasi Polsek Cisayong, Pengunjung kemudian dapat berbelok ke Jalan Cigorowong.

Jalan menuju curug tersebut juga terbilang mulus. Akan tetapi pengunjung tetap harus berhati-hati karena ada beberapa ruas jalan yang berliku dan sedikit rusak, kurang lebih 50 meter, pengendara akan kembali menemukan jalan mulus menuju Curug Cibadak.

Jika masih bingung dengan rute jalan, pengunjung bisa bertanya kepada penduduk sekitar lokasi dari curug tersebut. Pasalnya, rambu-rambu petunjuk Curug Cibadak di sepanjang jalan menuju ke curug masih minim.

Meskipun rambu minim, masyarakat sekitar akan dengan mudah memberikan petunjuk jalan karena curug tersebut memang sudah populer di kalangan warga.

Sala satu pengelola, Wawan, menuturkan, sebelum dikelola oleh Perhutani, rata-rata kunjungan ke Curug Cibadak mencapai 200 orang saat libur akhir pekan. Namun demikian, jumlah wisatawan cukup melonjak selama libur, apalagi sekarang mau measuki bulan puasa yakni pengunjung mencapai 500 lebih orang per harinya.

“Dulu sebelum dikelola Perhutani, ya kami tidak mematok tarif resmi, tetapi sekarang dipatok tarif retribusi, gunanya untuk membangun fasilitas tambahan seperti akses jalan menuju curug dan membuat kamar mandi umum,” tutur Wawan. 

Hutan pinus Curug Cibadak menambah suasana sejuk. (RIZKI ALDISAPUTRA / RADAR PRIANGAN)

Sementara itu, salah seorang wisatawan dari Ciawi, Wewem, 35, mengatakan, baru kali pertama dirinya mengunjungi curug tersebut. 

Ia mendapatkan informasi keberadaan Curug Cibadak dari media sosial Instagram, dan berniat mampir ke tempat wisata tersebut untuk melepas lelah setelah seharian bekerja.

“Tempatnya lumayan bagus, bisa untuk selfie-selfie, bisa diakses menggunakan mobil, tetapi memang kalau bisa jalannya bisa diperlebar dan diperbagus. Petunjuk jalannya juga ditambah, misalnya di depan jalan raya, sehingga orang semakin mudah ke sana menuju ke curug Cibadak,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama Rina Putri Royani, 23, mengatakan, kali pertama masuk ke Curug Cibadak di sini disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah serta pohon-pohon pinus yang berjejer di sertai hembusan angin membuat badan kembali bersemangat setelah bekerja yang cukup lelah.

“Baru pertama kali ke sini sudah di suguhkan pemandangan indahnya  pepohonan pinus dan pegunungan cocok menjadi bekron untuk berfoto,” jelasnya.

Ia berharap untuk menuju curug tersebut akses jalan agar di perbaiki,bagi para wisatawan agar selalu berhati-hati menaiki anak tangga yang licin apalagi di nusim hujan ini.

“Anak tangga menuju curug licin dan banyak bebatuan jadi harus hati-hati untuk menuju curug tersebut. Bagi pengelola tolong usahakan jalan menuju curug di perlebar dan diperbaiki, takutnya ada yang terpeleset dan jatuh,” pungkasnya. (rizki aldisaputra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here