Citilink Stop Penerbangan Bandara Kertajati

74
Maskapai Citilink menutup sejumlah rute dari dan ke Bandara Kertajati, Majalengka, sejak 26 Juli 2019. (JPC)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Hampir sebulan beroperasi Maskapai Citilink telah menghentikan sejumlah rute dari dan ke Bandara Kertajati, Jawa Barat sejak 26 Juli 2019.

VP Corporate Secretary CSR Citilink Indonesia, Resty Kusandarina mengatakan, penutupan dilakukan setelah manajemen melakukan evaluasi bahwa hampir sebulan beroperasi di Bandara Kertajati tidak menunjukkan peningkatan penumpang.

“Penutupan rute ini dilakukan setelah adanya evaluasi bahwa saat ini sedang low season sehingga seat load factor menjadi cukup rendah di rute-rute tersebut,” ujar Resty di Jakarta, Selasa (30/7).

Resty menjelaskan, pihaknya selalu melakukan evaluasi terhadap rute-rute yang dibuka agar rute penerbangan berjalan dengan optimal.

“Maskapai Citilink selalu melakukan evaluasi guna memastikan rute penerbangan yang dibuka dapat berjalan dengan optimal,” jelas Resty.

Senior Manager Corporate Communicatipn Citilink Indonesia, Fariza Astriny menyebutkan rute penerbangan di Bandara Kertajati untuk tingkat keterisian tidak lebih dari 50 persen. Artinya biaya operasional lebih besar ketimbang margin yang didapat maskapai.

“Kalau untuk rute Kertajati sekitar 50 persen itu sudah bagus,” ujar dia.

Soal sampai kapan Citilink menutup rute penerbangan di Bandara Kertajati piihaknya belum mengetahui. “Belum ada rencana pembukaannya lagi. Saat ini memang ditutup,” kata dia.

Adapun beberapa rute yang ditutup dari Bandara Kertajati yaitu Denpasar-Kertajati PP, Palembang-Kertajati PP, dan Kualanamu-Kertajati PP.

Sementara rute yang masih beroperasi di Bandara Kertajati yaitu Pekanbaru-Kertajati PP serta Surabaya-Kertajati PP.

Menanggapi tutupnya penerbangan Citilink untuk rute Kertajati, Pengamat Penerbangan, Gerry Soejatman menilai karena akses yang tidak mendukung.

“Memang sulit untuk mengajak konsumen ke Bandara Kertajati kalau tolnya belum jadi. Masyarakat Bandung tahu Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung memang sudah tidak memadai, tetapi tanpa akses yang cepat ke Kertajati mereka enggan ke sana,” kata Gerry kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (30/7).

Untuk itu dia berharap pemerintah menggeber pembangunan tol Bandung agar memudahkan akses masyarakat menuju Bandara Kertajati.

“Semoga tolnya dari Bandung yg langsung ke Kertajati tidak telat selesai, agar masyarakat Bandung punya akses ke bandara yang memadai bagi Bandung dan sekitarnya,” ucap dia.

Sementara pengamat Penerbangan lainnya, Alvin Lie mengaku sudah memprediksi bahwa bidak Bandara Kertajati tidak seperti bandara lainnya yang ramai penumpang karena akses yang mudah.

“Kan sudah lama saya prediksi demikian,” kata Alvin Lie kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (30/7).

Saran dia, sebaiknya penerbangan dari Bandara Bandung ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Hal itu sangat mudah dilakukan oleh pemerintah.

“Konsumen dapat berhak tentukan pilihan utk mengikuti paksaan pemerintah atau pilih terbang ke atau dari Bandara Halim Perdana Kusuma dan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang,” tukas dia.

Sebagaimana diketahui sejumlah maskapai penerbangan domestik yang ada di bandara Husein Sastranegara Kota Bandung pindah ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka pada 1 Juli 2019.

Sebanyak tujuh maskapai yang bersedia pindah ke Kertajati yakni Garuda, Lion, Sriwijaya, Nam, Wings, Air Asia, dan Citilink.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here