Cisayong Diproyeksikan Jadi Desa Wisata Homestay

41
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi desa/ kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki potensi besar menjadi desa wisata unggulan, Jumat (12/07/19). Salah satu potensi wisata yang bisa ditingkatkan di desa tersebut yaitu adanya lapangan sepak bola Sakti Lodaya yang bertaraf internasional hasil swadaya masyarakat. (Humas Jabar)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA — Dalam program desa wisata minggu ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi desa/ kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki potensi besar menjadi desa wisata unggulan, Jumat (12/07/19).

Salah satu potensi wisata yang bisa ditingkatkan di desa tersebut yaitu adanya lapangan sepak bola Sakti Lodaya yang bertaraf internasional hasil swadaya masyarakat. Lapangan yang luasnya 93 meter kali 53 meter dan bisa menyiram lapang secara otomatis ini, mampu mendongkrak pariwisata dengan omset perbulannya mencapai Rp30 juta.

Namun, sayangnya wisatawan mengeluhkan tidak adanya penginapan atau homestay yang disewakan. Padahal Lapangan Sakti Lodaya sering dijadikan lokasi turnamen yang pesertanya dari berbagai daerah.

“Setelah saya berbicara tadi ternyata wisatawan kesulitan untuk menginap,” kata Ridwan Kamil usai berbincang dengan salah seorang wisatawan.

Untuk itu, dirinya akan mengonsepkan Desa Cisayong menjadi desa wisata homestay.

“Maka kita konsepkan desa wisata homestay di rumah-rumah penduduk,” ujar Emil, sapaan akrabnya.

Untuk mewujudkannya pihaknya akan memberikan bantuan sebesar Rp630 juta. Menurut Emil, Desa Cisayong bisa dijadikan contoh bagi desa lain karena hanya dengan lapangan saja bisa menghasilkan kunjungan wisata.

“Jadi itu contoh dari lapangan saja yang sederhana menghasilkan kunjungan lalu ada transaksi dan kita akan wadahi menjadi desa wisata,” ujar Emil.

Oleh karena itu Emil menyatakan bahwa desa Cisayong telah naik kelas dari desa dengan kategori berkembang menjadi desa maju.

“Desa itu (Cisayog) sekarang naik kelas dari desa berkembang menjadi desa maju dan suatu hari masuk ke kategori tertinggi yaitu desa mandiri,” tuturnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal. Sejumlah program dan dukungan dari pemerintah daerah provinsi Jawa Barat membuahkan hasil meningkatkan status 48 desa yang tahun lalu sangat tertinggal.

“Alhamdulillah status desa sangat tertinggalnya sudah tidak ada, tahun lalu ada 48 sekarang sudah nol,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya itu, Emil berkesempatan membuka turnamen sepak bola antar SSB.

“Kita akan dorong desa Cisayong dan lapangan ini menjadi tuan rumah liga desa nasional,” katanya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here