Cina Tawarkan Bantuan ke BPJS Kesehatan

137
Luhut Binsar Pandjaitan

RadarPriangan.com, JAKARTA– Perusahaan asuransi asal Cina, Ping An, menawarkan bantuan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tengah menghadapi masalah defisit keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Ping An Insurance, perusahaan asuransi Cina, menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan.

Hal itu disampaikannya setelah bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. Dalam pertemuan tersebut, Fachmi membeberkan sejumlah permasalahan BPJS Kesehatan salah satunya terkait kolektibilitas iuran.

“Jadi, mungkin itu bisa memperbaiki kelemahan sistem (TI) tersebut,” ujar Luhut, Sabtu (24/8).

Menurut Luhut, lemahnya sistem BPJS Kesehatan tercermin dari tidak patuhnya peserta dalam membayarkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pihak BPJS Kesehatan meminta pemerintah, untuk melakukan upaya penegakan hukum guna mendorong kepatuhan peserta. Misalnya, faktor kepatuhan iuran digunakan sebagai syarat bagi masyarakat memperoleh layanan publik.

“Misalnya, kalau apply (mengajukan permohonan) paspor, ini tidak bisa. Jadi, data tersebut bisa di-link kan (dihubungkan) dengan Ditjen Imigrasi. Kemudian, bisa juga di-link kan dengan Polri, tapi bukan untuk kepentingan pidana. Hanya perdata saja,” jelasnya.

Menurut dia, perbaikan kolektibilitas seharusnya bisa membantu perbaikan arus kas BPJS Kesehatan agar layanan kesehatan BPJS Kesehatan tetap berjalan maksimal.
Sementaar itu, Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, mengkhawatirkan tawaran bantuan perusahaan asuransi asal Cina, Ping An Insurance tersebut.

Menurut Rizal, ada potensi bahwa data-data kesehatan masyarakat Indonesia bisa disimpan oleh negara tirai bambu tersebut. Terlebih peserta BPJS Kesehatan terbilang cukup banyak. Data per 30 Juni 2019 mencatat peserta BPJS Kesehatan sebanyak 222,5 juta jiwa.

“Masa sih soal BPJS saja minta bantuan Cina. Segitu tidak kreatifnya (pemerintah) atau ada ‘udang di balik batu’?” jelas Rizal dikutip dari akun Twitter pribadinya, Sabtu (24/8).

Berdasarkan data Forbes, Ping An Insurance merupakan perusahaan asuransi terbesar di China dengan kapitalisasi pasar US$ 180 miliar. Angka tersebut setara Rp 2.520 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Perusahaan tersebut memang diketahui menjadi salah satu pelopor penerapan teknologi canggih di bidang asuransi.

Ping An Good Doctor, portal kesehatan miliknya memiliki pengguna aktif 30 juta per bulan. Ping An Healthcare and Technology, aplikasi seluler untuk pemesanan berobat ke rumah sakit digunakan oleh 800 juta pelanggan di 70% kota di China.

Ping An Insurance juga dikenal sebagai salah satu pelopor penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam industri asuransi.

Ping An sudah mengembangkan AI untuk influenza, diabetes hingga penyakit lainnya. Ping An juga memiliki sistem IT facial recognition technology sampai voice print recognition technology. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here