Cerita Seru Dude Harlino Saat Ibadah Haji

54
Dedu Herlino

RadarPriangan.com – Aktor Dude Herlino, salah satu aktor yang beruntung diundang oleh Pemerintah Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji.

Bintang film Ketika Cinta Bertasbih 2 telah pulang ke Tanah Air setelah sepuluh hari menjalankan ibadah rukun Islam kelima itu.

Dia pergi hanya seorang diri, tanpa didampingi sang istri tercinta, Alyssa Soebandono.

Kendati seorang diri, dan merupakan pengalaman baru, serta persiapan yang singkat, telah dilewati dengan baik, tanpa ada kendala apapun selama proses ibadah haji berlangsung.

Pria kelahiran Jakarta 38 tahun itu banyak cerita selama pergi haji. Di sana, dia banyak teman, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari negara lain seperti dari Pakistan, dan Mesir.

“Pengalamannya luar biasa karena saya di sana kan bersama rombongan dari berbagai macam negara jadi ada dari Pakistan, Malaysia, Mesir, macam-macam jadi saya kenal banyak orang, kita saling bantu di sana, dalam ibadah juga kita saling support, kata Dude di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain itu, dia berkesempatan melihat Kota Mekkah dari atas langit menggunakan helikopter. Dan, momen itu terbilang sangat istimewa dalam hidupnya.

“Saya mendapat kesempatan melihat Mekkah dari atas, itu satu hal yang, tidak ada di randon tapi bisa saya dapatkan gitu,” ungkap dia.

Dia juga mendapatkan peristiwa yang jarang terjadi di Mekkah, yakni merasakan guyuran hujan. Saat itu dia lagi berada di Arafah.

Hujan itu ada tiga kali kalau tidak salah pertama waktu kita lagi wukuf. Jadi waktu jam tiga sore waktu Arafah itu hujan lebat, kemudian dari mulai udara yang panas tiba-tiba langsung sejuk,” ujar dia.

Anehnya, kata Dude, ketika hujan deras turun dari langit para jamaah bukannya berlindung ke tenda, malah mengadahkan tangannya serasa melapalkan doa.

“Hujan itu kan berkah ya jadi banyak jamaah yang keluar ke jalan dan berdoa langsung menghadap langit ya. Mudah-mudahan pintu langit terbuka ya dan allah ijabah semua doa,” tutur dia.

Di sana, memang tidak resapan untuk air. Karena desain Kota Mekkah tidak didesain untuk air mengalir.

Kalau saya berpikir di Minah itu memang tempat kita tidak dipersiapkan untuk menerima air yang sangat besar jadi memang sempat ada genangan air di jalan-jalan, tapi cuma sebentar ya sekitar dua jam ya. Setelah itu surut dan setiap hujan itu udaranya sejuk gitu kayak di puncak lah,” pungkas dia.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here