Caleg Belum Diizinkan Beriklan di Media

249
Asep Nurjaman

GARUT – Calon legislatif (caleg) belum diizinkan untuk memasang iklan sosialisasi alias kampanye di media massa. Jika melanggar, Caleg yang bersangkutan akan dikenakan pidana pemilu.

Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Kabupaten Garut, Asep Nurjaman, mengatakan, berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 492, jadwal iklan kampanye baru boleh dipasang di media massa mulai 21 Maret sampai 13 April 2019.

“Iklan kampanye itu hanya 21 hari. Jika di luar jadwal itu, maka masuk pelanggaran,” ujar Asep saat ditemui di Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Senin (26/11).

Sementara ini, pihaknya belum menerima laporan tentang caleg yang memasang iklan di media massa. Namun pihaknya akan memantau aktivitas caleg di media massa.

“Jangankan iklan banner, menyebut nomor peserta pemilu atau mengajak mencoblos dalam berita tidak dibenarkan,” katanya.

Pihaknya menegaskan, baik Caleg maupun tim kampanye, jika melanggar maka akan dikenakan pidana pemilu. Sanksinya yakni kurungan penjara satu tahun dan denda maksimal Rp 12 juta.

“Untuk medianya kami serahkan ke instansi terkait yakni dewan pers. Kami hanya mengurus peserta pemilunya saja. Kampanye di luar jadwal hanya pidana, kurungan atau denda. Tidak sampai didiskualifikasi,” katanya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here