Cabuli Anak Tiri, Nyaris Tewas Diamuk Massa

31
Ilustrasi: jawapos.com

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Seorang warga Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya berinisial HN, 30, diamankan polisi saat nyaris tewas diamuk warga yang kesal karena perbuatannya. HN diduga melakukan aksi pemerkosaan secara berulang kepada anak tirinya yang masih berusia 15 tahun di rumahnya sendiri.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma menyebut bahwa awalnya pihaknya menerima laporan dari seorang kuwu melalui telepon selulernya. Saat itu ia menerima informasi bahwa warganya hendak melakukan aksi main hakim sendiri setelah HN diketahui melakukan aksi pencabulan kepada anak tirinya.

“Kondisi warga itu diketahui sangat marah saat menegetahui HN melakukan aksi tidak senonoh kepada putri tirinya. Saat itu kuwu minta saya menurunkan anggota dan langsung kita cegah aksi tersebut,” ujarnya, Jumat (28/6).

Saat ini, dikatakan Pribadi, HN sudah mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya dan pihaknya terus melakukan penyidikan kasus tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, HN sudah berulang kali melakukan aksi pemerkosaan kepada anak tirinya.

Kepada penyidik, HN mengaku bahwa aksinya dilakukan saat ibu korban yang tidak lain istrinya sedang tidur.

“HN mengaku tidak kuat menahan nafsu saat memijat anak tirinya yang sempat mengeluh pegal. Tahu istrinya sudah tidur pulas, HN ini kemudian memaksa korban dan meraba bagian sensitifnya. Dalam aksinya juga ia mengancam agar korban tidak berteriak dan membangunkan ibunya,” jelasnya.

Korban sendiri, lanjut Pribadi, awalnya takut untuk menceritakan apa yang dialaminya kepada ibunya. Namun karena sudah tidak tahan dengan perbuatan ayah tirinya korban lalu menceritakan kelakuan ayah tirinya itu kepada ibunya.

“Akibat perbuatannya, HN diancam Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Selain itu, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendampingan kepada korban,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here