Bupati Tegas Larang PKL Jualan, MPKLG Tawarkan Model Malioboro

178
Kondisi Pengkolah Jl Ahmad Yani pasca-penertiban PKL. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut dengan tegas melarang aktivitas jual beli Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan zona merah. Demikian diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan kepada wartawan.

“Kita ingin ada ikon Garut, etalase Garut yang rapih, saya minta itu saja,” kata Rudy.

Lanjut Rudy, pihaknya tidak mau ada pihak yang dirugikan. Baik pedagang kaki lima maupun masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, Pemkab tegas melarang aktivitas jual beli di kawasan zona merah Jalan Ahmad Yani.

“Saya juga tidak mau mereka (PKL, red) dirugikan tapi ini kesepakatan bersama. Jangan sampai Garut tidak ada etalasenya. Dan itu keinginan semua pihak, seluruh masyarakat mendukung,” katanya.

Menurutnya, masih ada sekitar 200 pedagang yang masih ‘keukeuh’ ingin berjualan di Zona Merah, meski sudah ditertibkan beberapa kali.

“Pemerintah tetap menyatakan itu etalase kota yang dijadikan sebagai etalase Garut. Tapi mereka ada usulan, dimana untuk pedagang agar etalase kota tetap terjaga, kita juga ingin tahu,” katanya.

Terpisah, Ketua MPKLG, Tatang, berharap, Pemkab Garut memberikan toleransi agar para PKL bisa berjualan di kawasan Jalan Ahmad Yani. Hal tersebut dilakukan dengan penataan yang dilakukan sebagaimana di Malioboro, DI Yogyakarta.

“Pkl mau tetap di sana tapi ditata sedemikian rupa, sehingga kesan kumuh hilang, pejalan kaki dan tidak terganggu, ketika ditata sedemikian rupa ini bisa menjadi ikon Garut sebagaimana di Malioboro. Ketua orang berfoto disana tidak perlu ditanya lagi, orang pasti tahu. Nah kenapa di Garut tidak bisa begitu?,” katanya.

Pihaknya berencana untuk memberikan persentasi terkait konsep penataan PKL di Jalan Ahmad Yani. Dengan begitu, ia berharap Pemkab Garut bisa mempertimbangkan kawasan tersebut untuk PKL. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here