Bupati pun Minta Maaf ke NU

131
Rudy Gunawan

Sanksi Menanti Pihak Terkait Pembuat Soal USBN SMP

RadarPriangan.com, GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan berang menyikapi adanya soal ujian tingkat SMP, yang mendiskriditkan Banser Ansor Nadlatul Ulama (NU).

Dia menyebut guru yang membuat soal tersebut bodoh. Pernyataan itu disampaikan Rudy di hadapan wartawan, selepas menghadiri acara pelepasan pendistribusian surat suara dan logistik Pemilu 2019 di gudang KPU, Desa Pasirmuncang, Tarogong Kidul, Kamis (11/4).

Dirinya mengaku kesal dengan kemunculan soal tersebut. Apalagi kejadiannya saat situasi tengah fokus menghadapi Pemilu 2019.

Ia juga khawatir kemunculan soal itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP, red) membuat itu. Kenapa dan apa alasannya, motivasinya apa. Dalam keadaan begini, riweuh begini, ngaririweuh lagi seperti itu dalam keadaan begini. Itu harus diperiksa,” katanya.

Bupati mengaku, telah meminta maaf kepada masyarakat khususnya warga Banser dan Nahdlatul Ulama.

Terkait permasalahan ini, Ia mengatakan akan menindak tegas Dinas Pendidikan dan pembuat soal tersebut.

“Bukan teguran lagi, diperiksa hari ini. Saya suruh kepala dinasnya meriksa. Nanti kepala dinasnya diperiksa oleh saya. Untuk itu sekali lagi saya selaku Bupati Garut memohon maaf sebesar-besarnya kepada Warga NU, Banser, Ansor, tokoh tokoh besar NU Kabupaten Garut atas kejadian ini, saya menyakini Disdik Garut tidak ada sedikit pun niat untuk menyudutkan salah satu pihak yang dirugikan,” katanya.

Rudy berjanji, secepatnya akan memeriksa seluruh jajaran Disdik yang terkait dengan pembuatan soal itu untuk mengambil keputusan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita pasti akan mengambil sikap tindakan tegas kepada siapa pun atas kejadian ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, dalam kasus ini harus ada sanksi berat bagi guru dan siapapun orangnya yang terlibat dalam pembuatan soal ini.

“Terus terang saja saya menyesalkan adanya pembuatan soal USBN untuk SMP dengan menyudutkan nama organisasi Banser Nahdatul Ulama (NU di Kabupaten Garut,” kata Helmi seusai menerima audensi dari Persigar di ruang kerjanya, Kamis (11/4).

Ia mengatakan, kejadian seperti ini sudah kali ketiga dilakukan oleh Dinas Pendidikan, makanya harus dievaluasi tim pembuatan soal, dan yang terlibat di dalamnya.

“Bila memang ada kesengajaan dalam pembuatan soal USBN, yang membuat nama organisasi merasa tersudutkan atau membuat isu SARA, makanya ini harus ada yang diberi sanksi bagi mereka yang terlibat,” pungkasnya. (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here