Bupati Marah saat Resmikan RS Malangbong, Minta Konsultan Pembangunan Diganti

67
Bupati Garut Rudy Gunawan nampal kecewa dengan progres pembangunan RS Malangbong, yang mengalami teterlambatan dan kerusakan sebelum peresmian. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan emosi saat meresmikan pembangunan Rumah Sakit Malangbong tahap kedua, karena pembangunan rumah sakit molor hingga satu tahun.

Bupati pun sempat naik pitam saat melihat kondisi bangunan RS Malangbong, karena setelah setahun dibiarkan kondisi bangunan banyak yang rusak, mulai dari plafon dan tembok yang retak.

“Sebenarnya saya tuh malas datang ke Malangbong, dua kali ke sini saya sudah malas. Ini pintunya juga tidak sesuai. Kalau tidak diganti nanti saya kasih lah,” ujar Rudy usai meletakan batu pertama tahap dua pembangunan RS Malangbong, Kamis (8/8).

Rudy menyebut bahwa bangunan RS Malangbong telah diperiksa oleh Kejari Garut dan BPK. Ia pun meminta agar Dinas Kesehatan mengganti konsultan pembangunan RS Malangbong.

“Bangunan dua lantai dengan 60 bed (tempat tidur). Ini tipe D dan akan berkembang jadi tipe C. Gagal lelang tahun lalu karena Dinkes biasa terlambat,” ucapnya.

RS Malangbong dibangun sejak tahun 2017. Seharusnya pada Januari 2019, bangunan telah diresmikan. Namun pada 2018, terjadi gagal lelang dan menghambat pembangunan. Rumah Sakit Malangbong sendiri ditargetkan beroperasi pada Januari 2020.

Bupati menyebut bahwa pembangunan RS Malangbong diperuntukkan bagi masyarakat di Garut Utara dan seharusnya sudah bisa beroperasi di Januari tahun ini.

“Anggarannya itu Rp8 miliar untuk kontruksi dibagi dua tahap. Jadi Rp4 miliar pada 2017 dan Rp4 miliar tahun ini,” katanya.

Bangunan dua lantai itu ditargetkan rampung dalam 120 hari. Nantinya masyarakat di Limbangan, Selaawi, Kersamanah, Cibatu, Malangbong dan wilayah sekitarnya bisa berobat ke RS Malangbong.

“Ini kan rujukan dari Puskesmas. Selain ini nanti juga ada rumah sakit swasta,” ucapnya.

Untuk alat kesehatan (alkes), Rudy menyebut telah mendapat bantuan dari Pemprov Jabar sebesar Rp 7 miliar. Rencananya setelah pembangunan selesai, Pemkab akan mengembangkan rumah sakit menjadi tipe C. “Nanti beli lagi lahan yang di belakang. Di Garut itu butuh 3000 bed, sekarang baru ada 1200,” ujarnya.

Selain di Malangbong, Pemkab juga akan membangun rumah sakit di Bungbulang. Nantinya akan ada dua rumah sakit untuk warga di selatan Garut.

“Satu yang milik provinsi di Pameungpeuk. Satu lagi milik kabupaten di Bungbulang. Masih cari lahan dulu. Soalnya susah lahan datar di Bungbulang,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here