Bupati Jangan Takut Preman

158
Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Garut menertibkan PKL yang berjualan di lahan parkir, Selasa (14/5). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut dituntut agar bisa lebih tegas menegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2015 tentang Kebersihan Keindahan dan Ketertiban di daerah zona merah.

Tidak hanya itu, Bupati Garut Rudy Gunawan yang sebelumnya menyatakan adanya aksi premanisme yang membekingi atau memalak sebagian pedagang kaki lima di kawasan Pengkolan dituntut agar bisa berani menertibkan carut marut PKL di Garut.

Praktisi Hukum Kabupaten Garut, Yusep Mulyana, mengatakan, sarana dan prasarana yang sudah disediakan oleh Pemda seperti 2 Gedung untuk PKL seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Ini sudah ada sarana dan prasarana yang sudah disediakan oleh Pemkab, itu harus ditempati,” kata Yusep.

Menurutnya, jika sudah terlihat ada indikasi peran preman yang membekingi beberapa PKL, maka Pemda harus melakukan tindak tegas.

“Adapun jika ada preman itu jangan dibiarkan, kalau ada pembiaran dan tidak ada penegakan Perda seakan-akan preman itu dipelihara pak Rudy (Bupati Garut, red). Berarti Bupati ini takut preman untuk penegakan Perda K3 di Kabupaten Garut.

Bentuk ketegasan tidak hanya kepada PKL, Yusep berharap perlakuan yang sama juga dikenakan bagi para pembeli yang melanggar Perda K3.

“Pembeli juga harus siap ditindak kan sudah ada di Perda jelas, pasalnya sudah jelas,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan menilai, dibalik adanya PKL yang berjualan, terdapat beberapa oknum yang memanfaatkan situasi tersebut dengan menjadi beking serta memalak beberapa pedagang disana.

“Hasil pemeriksaan bahwa ternyata ada oknum tertentu malak PKL. Jadi pihak tertentu, premanlah malak 20-30 (ribu, red),” katanya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here