Bupati Diminta Mengaji Ulang Pemekaran Garut Selatan

96
Bupati Garut Rudy Gunawan

RadarPriangan.com, GARUT – Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku menerima surat dari pemerintah provinsi Jawa Barat terkait penyesuaian rencana pemekaran Garut Selatan. Ia menyebut bahwa harus dilakukan kajian ulang untuk pemekaran wilayah Garut Selatan meski sebelumnya pernah dilakukan.

Rudy mengaku bahwa di 2020 pihaknya akan menganggarkan anggaran untuk membuat kajian baru agar sesuai dengan persyaratan di undang undang nomor 23 tahun 2014.

“Kita belum tahu kapan akan dimekarkannya, tapi kita harus mempersiapkan pemekaran di 2020 mendatang,” kata Rudy.

Saat Garut Selatan menjadi daerah persiapan pemekaran, menurutnya anggaran pemerintahan akan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Garut.

Selain itu juga, Pemerintah Kabupaten Garut akan membangunkan pendopo Kabupaten Garut Selatan yang anggarannya juga disiapkan tahun depan dan dilakukan secara multi years.

“Kalau untuk kajian cukup dianggaran tahun depan. Kami komitmen untuk pemekaran. Bahkan sudah masuk RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah),” katanya.

Selain itu, disebut Rudy sejumlah infratruktur di wilayah Garut selatan di tahun ini sudah mulai dilakukan perbaikan. “Namun tentunya kita tetap menunggu pemerintah pusat untuk pemekaran Garut Selatan ini. Upayanya tentu kita terus tempuh,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Presidium Masyarakat Garut Selatan, Dedi Kurniawan mengaku optimis pemekaran Garut Selatan akan disetujui pemerintah. Apalagi saat ini sendiri pemerintah provinsi Jawa Barat sangat menginginkan adanya daerah pemekaran.

Menurutnya saat ini pihaknya sedang menempuh upaya pemekaran yang mengacu pada undang undang nomor 23 tahun 2014.

“Hanya tinggal menunggu PP (peraturan pemerintah) dari pak Jokowi. Pemprov Jabar telah meminta kami untuk mempersiapkan pemekaran. Nantinya Kabupaten Garut Selatan akan menjadi daerah persiapan setelah disetujui pemerintah,” katanya.

Ia menyebut bahwa Garut Selatan nantinya tidak menjadi daerah otonomi baru, namun daerah persiapan yang diberi waktu tiga tahun untuk mempersiapkan  pemerintahan baru. Namun jika mengacu pada kajian 2007, Garut Selatan menurutnya sudah layak memisahkan diri dengan 16 kecamatan yang akan masuk wilayah dan 700 ribu jumlah penduduk dan diprediksi sekarang telah sampai di angka 850 ribu penduduk.

“Kalau nanti ada kajian, paling update data saja. Kajian yang dulu masih bisa dipakai. Dan untuk PAD di Garsel sudah mencukupi yakni 37 miliar setahun. Sektor PADnya dari PBB, wisata, perkebunan, kelautan. Di Jabar saja, ada kok kota yang PADnya hanya Rp9 miliar. Itu bisa dimekarkan. Jadi PAD tak jadi persoalan,” jelasnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here