BPP Pasirwangi Akan Kembangkan Pertanian yang Ramah Lingkungan, Seperti ini Konsepnya

102
Zaenal Mustakim (kedua dari kanan) bersana Kades Padasuka, Kecamatan Pasirwangi memperlihatkan produk unggulan Pasirwangi di pameran pertanian, di Pendopo Garut. (Feri Citra Burama/RADAR GARUT)

Radarpriangan.com, GARUT – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, menawarkan konsep pembangunan pertanian yang sangat baik jika disuport oleh Pemerintah Kabupaten Garut.

Ada beberapa konsep pembangunan pertanian berkelanjuta yang ramah lingkungan yang ditawarkan. Bahkan sebagian sudah mulai dilaksanakan oleh BPP Pasirwangi.

Koordinator BPP Pasirwangi, Zaenal Muttakin SP menjelaskan, konsep pembangunan pertanian itu juga akan disinergikan dengan sektor pariwisata. Karena selama ini Kecamatan Pasirwangi dikenal sebagai destinasi wisata di Garut.

“Konsep yang kita usung adalah pembangunan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Pasirwangi adalah basis pertanian sekaligus wisata. kami mencoba memadukan kedua sektor tadi agar dengan tujuan mendongkrak sisi ekonomi masyarakt setempat,” kata Zaenal saat ditemui di pendopo Garut di pameran Hari Krida Pertanian, Selasa (20/08).

Ada beberapa item yang BPP Pasirwangi munculkan. “Pertama di daerah bawah kita punya wahana kampung jeruk di Desa Padaasih. Kemudian naik ke atas kita berencana membangun konsep tempat parkir bus (pariwisata). Karena kita melihat sampai sekarang lalu lintas pariwisata di puncak itu pada waktu week end macet. Kemudian sisi keselamatan juga riskan dan terhadap warga setempat mungkin indikasinya kurang bagus. Dengan adanya tempat parkir bus di bawah, kita berharap untuk masuk tempat wisata dilanjutkan naik angped. Jadi kita juga memberdayakan angped yang mungkin selama ini kurang diberdayakan dengan baik,” katanya.

Kemudian naik lagi ke atas BPP Pasirwangi memiliki kantor yang cukup representatif. ” Di BPP Pasirwangi kita punya program sipintar yaitu “Sistim informasi terpadu pelayanan pertanian”. Di sana kita menerapkan demplot-demplot pertanian hortikultura, kemudian hewan ternak, perikanan termasuk perkebunan kehutanan,” katanya.

Naik lagi ke atas, dan daerah tengah di Pasirwangi juga memiliki komoditas unggulan yaitu tanaman jahe, tembakau dan kopi yang sekarang ini trendnya mulai meningkat.

“Untuk kopi kita berencana menerapkan di daerah puncak seperti Desa Padaaws, Barusari, Karyamekar dan Sarimukti. kenapa? karena kopi ini tanaman perkebunan yang cukup genjah karena perputaran uang cukup cepat , bisa mem-backup perekonmian petani sayuran. karena kopi berbunga dan berbuah di saat musim kemarau di saat tanaman sayuran tidak ada di lapangan,” katanya.

Selain itu Kopi juga tanaman konservasi dimana akarnya baik sekali untuk memperbaiki habitat setempat. “Kita punya konsep agroforesti perpaduan antara tanaman sayuran dan kopi. Jadi sayurannya tetap ada didampingi tanaman kopi,” jelasnya.

Kemudian juga BPP Pasirwangi akan membuka agrowisata sayuran. Yaitu wahana sayuran di daerah wisata puncak Darajat. “Karena selama ini masyarakat wisatawan datang hanya melihat pemandangan, berenang, menginap. Nanti ada unsur edukasi yang coba kita terapkan di sana. Terutama anak dari kota bisa mengalami langsung bagaimana sih jadi petani. dari mulai pembibitan pemelihataan sampai panen,” katanya.

Kemudian BPP Pasirwangi juga akan mengembangkan pembibitan kentang. Karen selama ini Pasirwangi dominan kentang. Per musim tanam ada 5000 hektare kentang yang ditanam. Artinya jika setahun dua musim ada 10.000 ton bibit kentang yang diperlukan.

‘selama ini bibit kentang dipasok dari Pengalengan dan Cikajang, pengalaman para petani benih kentang di lapangna itu produktivitasnya kurang. sehingga kami berencana membuat rumah pembenihan,” katanya. (fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here