Bowo Berbalik Arah, KPK Tetap Jalan

128
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (jpg)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri keterlibatan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam dugaan penerimaan suap dan gratifikasi Bowo Sidik Pangarso mendapat ancaman. Itu menyusul rencana Bowo merevisi keterangan yang telah disampaikan kepada penyidik terkait keterlibatan Enggar dalam perkaranya.

“Ancaman” itu disampaikan kuasa hukum Bowo yang baru, Sahala Pandjaitan. Sahala menyatakan belum tahu apa saja poin tentang Enggar yang akan direvisi oleh kliennya. Sebab, hal itu masih sebatas rencana. “Ini baru rencana, belum terjadi. Makanya kami belum bisa berbicara lebih jauh lagi,” ujarnya di gedung KPK, kemarin (3/5).

Selain berencana mencabut keterangan Enggar, Bowo juga berencana merevisi keterangan yang berkaitan dengan Dirut PLN (nonaktif) Sofyan Basir. Baik Enggar maupun Sofyan sebelumnya disebut Bowo dalam pemeriksaan di KPK.

“Kami akan menunggu proses perubahan itu (keterangan yang menyebut keterlibatan Enggar dan Sofyan, red),” kata Sahala.

Sahala juga menyampaikan perubahan formasi kuasa hukum. Yakni, posisi Saut Edward Rajagukguk yang tidak lagi mendampingi Bowo. Sahala menunjukan bukti surat pencabutan Saut sebagai kuasa hukum Bowo.

Dalam surat tersebut, ada tandatangan Bowo yang bermaterai. “Untuk ke depan, masalah informasi terkait kasus Pak Bowo itu akan datang dari kami, bukan dari Pak Saut lagi,” imbuhnya.

Apakah ada tekanan terhadap Bowo sehingga berencana merubah keterangan tentang keterlibatan Enggar hingga mengganti formasi kuasa hukum? Sahala menyebut tidak ada tekanan sama sekali dalam perkara kliennya.

“Hanya mungkin waktu kemarin (saat menyebut nama Enggar dan Sofyan di penyidikan, red) ada miss komunikasi saja,” kilahnya.

Disisi lain, Saut mengaku tidak paham dengan rencana Bowo merevisi keterangan sebagaimana disampaikan Sahala. Dia juga mengaku belum mengetahui apakah rencana merivisi keterangan itu merupakan tekanan dari pihak luar. “Saya juga belum paham,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan penyidikan Bowo tetap akan berjalan terus meski ada rencana merevisi keterangan yang berkaitan dengan Enggar dan Sofyan. Menurut Laode, keterangan Bowo bukan satu-satunya alat bukti yang dimiliki KPK. “Kami kerja sebagaimana biasa saja,” terangnya.

Terkait penggeledahan di kantor dan rumah mendag beberapa waktu lalu yang dilakukan berdasar pada keterangan Bowo, Laode menyebut upaya itu tidak akan sia-sia sepanjang ada bukti yang menjadi landasan penggeledahan. “Nggak pernah ada yang sia-sia. Selama ada buktinya kami akan jalan terus,” tegasnya. (tyo/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here