Bersih dari PKL, Pengkolan kini Jadi Area Parkir Liar

146
Kawasan zona merah Jl Ahmad Yani Garut, kini jadi tempat parkir kendaraan. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Pelanggaran yang terjadi di kawasan pusat perbelanjaan perkotaan Garut seperti tidak ada habisnya. Bukan hanya pedagang kaki lima (PKL), tetapi masih menjamurnya parkir liar.

Meski aktivitas pedagang kaki lima terlihat lengang dan tidak semrawut pada beberapa bulan lalu, namun bahu jalan yang kosong nampaknya dimanfaatkan sejumlah pemotor untuk memarkirkan kendaraannya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (15/8) sekitar siang pukul 14.21 terlihat sejumlah pengendara motor dengan leluasa memarkirkan kendaraannya di kawasan zona merah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya penertiban setiap harinya. Bahkan menurut mantan Kasatpol PP itu, upaya persuasif dilakukan setiap dua jam sekali.

“Setiap 2 jam sekali petugas terus menghimbau ke pengendara yang parkir sembarangan. Hanya seperti itu kewenangan yang ada. Yang lebih efektif oleh jajaran samping (Polri, red) yang punya kewenangan untuk ditilang, Dishub sudah memasang rambu-rambu, sudah jelas diatur dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas,” kata Suherman kepada Radar Garut, kemarin (15/8).

Kondisi parkir liar di kawasan perkotaan dinilai cukup mengganggu. Pasalnya, terpakainya bahu jalan kerap kali menambah macet ketika lalu lintas padat.

“Saya sepakat Pengkolan ini jadi diantara wajah Garut yang harus terlihat rapi. Makanya penertiban jangan setengah hati. Harus serius. Bila perlu 24 kali 24 jam ada penertiban, atau waktu pagi sampai sore. Sehingga kawasan ini benar-benar tertib,” kata Ahman, 28, salah seorang warga Kecamatan Tarogong Kaler, menanggapi kondisi kawasan Pengkolan.

Sementara itu, Fauji, 28, salah seorang pengendara motor, mengaku, sulit mencari lahan parkir yang kurang representatif di kawasan perkotaan Garut.

“Fasilitas yang ada terbatas, kadang penuh jadi susah parkir. Harusnya ada lagi penambahan tempat parkir, kalau Pemda tidak mampu, tolong agar toko-toko diimbau menyediakan lahan parkir yang memadai,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here