Berkah Ramadan, Sehari Bisa Jual Lebih dari 2 Kuintal Timun Suri

92
Penjual timun suri musiman di Jl Maleber, Ciamis meraup untung di Bulan Ramadan ini. (RIZKI ALDISAPUTRA/RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, CIAMIS – Ada berkah tersendiri buat para pedagang timun suri di mana sudah menjadi tradisi setiap bulan suci Ramadan, pedagang timun suri bermunculan di sejumlah pasar tradisional dan pinggir jalan di Kabupaten Ciamis.

Dian, 23, warga Cikoneng, penjual buah-buahan depan tikungan Unigal membenarkan bahwa saat ini banyak para pedagang dadakan yang berjualan timun suri di pasar atapun di pinggir jalan. Bahkan ia sendiri sudah berjualan timun suri sejak seminggu sebelum Ramadan. Ia mengaku sehari-hari berjualan buah seperti salak, jeruk, manga, apel dan lain-lain. Tetapi selama Ramadan ia memilih berjualan timun suri karena banyak dicari pembeli.

“Hari- hari biasa memang saya tidak menyediakan timun suri karna memang jarang juga nyang nanyin tetapi kalau sekarangkan bulan puasa maka ditambah timun suri sebab banyak dicari,” ujarnya. (21/5).

Dian mengungkapkan, selama bulan puasa ini omset penjualan timun suri mengalami kenaikan yang cukup tinggi di mana rata-rata perhari bisa mengeluarkan sampai 1 sampai 2 ton timun suri karena memang banyak pelanggan harian, di mana rata-rata pelanggan seperti toko jus memesan sampai 10 hingga 20 kg per hari.

“Dagangan kami alhamdulillah laris manis,  selama Ramadan laku 1 sampai 2 kuintal dengan harga Rp7000 per kilo sehari. tetapi kalau partai beda memang ada pengurangan harga,” ungkapnya,

Menurutnya, larisnya timun suri pada bulan puasa karena buah tersebut memiliki kelebihan di mana buah yang satu ini kerap digunakan campuran dalam pembuatan aneka jenis minuman segar. Buah tersebut sering dijadikan menu berbuka  puasa, dicampur dengan sirup, dibuat sop buah, maupun minuman segar  lainnya sebagai pelepas dahaga saat azan magrib tiba, sehingga timun suri jadi buah yang populer.

Timun suri sendiri bukanlah jenis tanaman musiman, di mana buah ini berbuah sepanjang tahun. Timun suri ini dikenal masih dikenal masih sejenis dengan mentimun, namun buah ini sangat berbeda. Baik dilihat dari segi tanaman mulai dari daun, biji dan lainnya.

”Buah ini cukup mudah mengolahnya cukup dengan menambah sirup, sudah dapat digunakan sebagai pelengkap minuman berbuka puasa, atau dibuat es buah,” katanya.

Dian mengatakan, bahwa toko buahnya juga menerima pesanan partai besar berbagai jenis buah-buahan. “Khusus buah timun suri memang kita datangkan dari Majalengka,” ujarnya.

Semantara itu, Sobari, 33, salah satu pedagang dadakan setiap  bulan puasa untuk berjualan timun suri di Jalan Maleber, merasa untung  besar berjualan timun suri. Warga  asal Cirebon ini tiap datangnya bulan Ramadan, dirinya selalu membuka lapaknya di pinggi jalan bahkan sampai menyewa rumah penduduk yang berada di depan jalan nasional.

Sobari mengatakan, untuk omset sendiri kira-kira satu hari bisa habis sekitar 1,5 sampai 2,5 ton. Karena memang dirinya selalu mendapat langganan dari berbagai daerah mulai dari Tasik, Ciamis, Kawali, Cikoneng bahkan pasar-pasar trdisional yang berada di Ciamis dan Tasik dengan harga untuk partai besar Rp4.500, dan untuk eceran 1 kgnya hanya Rp7.000.

“Saya bawa 1,5 ton sampai 2,5 ton timun suri  dan biasanya dalam waktu 1 hari habis kalau jualan di bulan puasa,” jelasnya.

Sobari mengatakan bahwa pihaknya menjual timun suri dengan kiloan bukan satuan, timun surinya ini beda  dengan timun suri pada umumnya. Bibitnya unggul serta diambil dari daerah yang memang hanya menanam timun suri dari daerah Jatibarang Indramayu dan Brebes.

Ia menyebutkan  bahwa timun suri yang dijualnya merupakan  buah  unggulan, daging buahnya yang tebal, tidak lembek, bijinya sedikit, harum, dan rasanya yang legit.

“Ini timun suri warna hijau, rasanya enak dan harga dari snanya juga enggak murahan,” pungkasnya. (mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here