Beri Pelatihan untuk Solusi Hambatan UMKM

161
DUDUK BERDAMPINGAN: Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum (tengah) ketika menghadiri pemberdayaan UMKM di pendopo pemerintahan Tasikmalaya kemarin (5/4).

RADARPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan ada tiga masalah klasik pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi di Jawa Barat sehingga sulit maju, yakni ketersediaan bahan baku, manajemen, dan pemasaran.

Hal itu Wagub sampaikan langsung kepada Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam acara Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Tasikmalaya dalam Rangka Pemberdayaan KUKM di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/4/19).

Untuk ketiga masalah tersebut, kata Wagub, Pemprov Jabar sudah memiliki formula agar pelaku UMKM dan koperasi bisa bertahan dari krisis bahkan berkembang.

”Yang pertama, langkah untuk menangani masalah UMKM adalah mengadakan pelatihan baik kepada para direktur atau staf yang lain seperti bagian keuangan, bagian pemasaran, dan yang lainnya,” kata Uu.

Dalam pelatihan yang di­rancang, para pelaku UMKM akan diperkenalkan bagia­mana menjaga kontinuitas bahan baku agar ketika per­mintaan sedang banyak para pelaku UMKM dan koperasi tidak kekurangan stok dan tetap berproduksi.

Selain produksi, para pela­ku UMKM koperasi juga akan diberikan pengetahuan akuntansi sederhana dan manajemen bisnis yang baik, termasuk pemasaran.

”Pemerintah provinsi seka­rang membuka pelatihan bagi UKM, baik itu koperasi termasuk koperasi siswa, ko­perasi pesantren, dan kope­rasi yang lain untuk dididik tentang manajemen dan hal-hal yang lain,” papar Uu.

Uu juga menekankan pela­ku UMKM dan koperasi perlu menguasai pemasaran digital agar produk mereka tetap dilirik dan tidak hilang dari pasar.

”Teknologi informasi yang sebenarnya kalau itu diman­faatkan akan mempermudah untuk kita, baik mempermu­dah pemasaran, kemudian mempermudah hal lain, se­hingga semuanya bisa terkon­trol, terkendali dengan sistem digital ini,” tandasnya.

Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Tasikmalaya mengam­bil Tema: ”Peran Generasi Muda Menghadapi Feno­mena Ekonomi Milenial”.

Sinergi dilakukan melalui upaya pelatihan kewirausa­haan, pelatihan vokasional, pelatihan perkoperasian, bimtek tata kelola koperasi yang kurang baik, dan pening­katan kualitas produk UMKM.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, kolabo­rasi pemerintah pusat dan daerah penting sebagai ba­gian dari upaya meningkatkan peran UKM dan koperasi dalam ekonomi nasional.

Apabila ekonomi tumbuh dengan baik maka akan me­ningkatkan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sehingga mengurangi angka kemiskinan.

”Tapi tidak saja mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus diikuti pemera­taan kesejahteraan masyara­kat. Dan program pemera­taan kesejahteraan ini tidak lepas dari peran koperasi dan UKM,” kata Puspayoga.

Menteri juga mengungkap­kan reformasi koperasi yang saat ini sedang diupayakan oleh kementeriannya. Ada tiga upaya, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan peng­embangan.

”Kami ingin lebih ditujukan pada kualitas bukan kuantitas koperasi. Buat data base (ko­perasi) yang benar, kita rehab. Dari 209 ribu (jumlah kope­rasi yang ada secara nasional) menjadi 138 ribu, kita masuk­kan yang sehat-sehat, yang bagus-bagus. Sehingga kope­rasi itu semakin hari semakin berkualitas, anggotanya se­makin banyak,” jelas Puspa­yoga. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here