Beda Sikap Prabowo dan Jokowi

156
FIN

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Debat keempat calon presiden yang mengusung tema ideologi, pertahanan dan kemanan, pemerintahan dan hubungan internasional lebih interaktif. Kedua kandidat tampak saling menguasai materi. Prabowo tampil pebih menyerang. Jokowi berargumen lebih tenang.

Dalam beberapa segmen, Prabowo juga tampil sedikit emosional. Ada juga satu sesi saat pendukung tertawa, Prabowo sedikit tersinggung dan berkomentar kepada penonton di dalam ballroom.

Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, debat keempat bisa dibilang menjadi penampilan terbaik kedua kandidat. Tema yang diusung dikuasai. Meskipun saling sindir, pernyataan kedua kandidat berdasarkan data dan fakta di lapangan.

Pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Indonesia Political Review tersebut menuturkan, kurangnya kandidat dalam mengeksplor data terutama angka dikarenakan ada rasa kekhawatiran invalidnya data tersebut. Sehingga masing-masing kandidat hanya berargumen sesuai fakta dan pengalaman di lapangan.

“Yang harus jadi perhatian, kedua kandidat interaktif. Seperti berbalas pantun. Masing-masing mengutarakan pendapat yang berseberangan. Tetapi jika diamati keduanya sama. Sama-sama menunjukkan nasionalismenya,” papar Ujang kepada Fajar Indonesia Network, Sabtu malam (30/3).

Hal senada diutarakan pengamat politik Emrus Sihombing. Ia menilai Jokowi tampil tenang dan elegan sedangkan Prabowo sedikit menggebu. Emrus menilai, kedua kandidat perlu diapresiasi dan diacungi jempol. Tasa saling menghormati jelas tersirat selama debat berlangsung.

Emrus juga mengapresiasi pernyataan Prabowo yang mengakui dilahirkan dari ibu yang berbeda agama. Itulah Indonesia. Penuh keberagaman tetapi tetap harmonis, ujarnya. Ucapan Prabowo bisa menarik simpati rakyat menurutnya.

Ia menegaskan, jalannya debat seharusnya bisa lebih atrakyif jika KPU memberikan waktu lebih kepada kandidat dalam berargumen. Karena dari jalanny debat, banyak ucapan yang terpitong karena habisnya waktu.

“Lagi-lagi ini yang perlu dievaluasi. Karena dengan terpotongnya ucapan, pesan dan program yang disampaikan belum sepenuhnya bisa duphami oleh pemilih. Padahal, pemilih harusnya diutamakan. Bukan kepentingan kandidat,” terangnya.

Penutupan Manis

“Saya dan pak kiyai Maruf Amin. Malam hari ini ingin menyampaikan melalui debat malam ini kita banyak perbedaan pendapat. Namun kita jangan pernah lupa bahwa yang terpenting adalah tentang debat tapi masa depan dan kesejahteraan bangsa kita,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan tentang memahami dan menyayangi rakyat dan bangsa. Bagaimana mendengarkan dan mencarikan solusi pada bangsa dan negara.

“Saya senang naik sepeda dan sering rantainya putus, bahwa rantai persahabatan saya dengan pak Prabowo tidak akan pernah putus. Juga tali persahabatan Maruf Amin pak Prabowo dan Sandiaga Uno tidak akan pernah putus tali sahabat dan silaturrahmi atar kita,” bebernya.

Di tempat sama, Prabowo nampak berseberangan. “Memang ini debat audien kalau lihat, kita terlalu bersahabat gimana ya, saya bersahabat dengan beliau. Kalau kita berbeda ya tentang kenegaraan,” ujar Prabowo

Ia juga meminta maaf karena bersikap keras. “Maaf saya keras karena setengah Banyumas setengah Minahasa. Bapak kan Solo. Percaya pak saya demikian dan saya hormat dengan bapak yang kita berbeda,” tambahnya.

Prabowo juga mengaku tetap bersahabat dengan Megawati, Yenny Wahid dan Pramono. (khf/by/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here