Bawaslu Pastikan tidak Ada Pemilu Susulan di Garut

133

RadarPriangan.com, GARUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Garut menyebut tak akan ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) meski sempat ada surat suara tertukar di hari pencoblosan, kemarin (17/4).

Ketu Bawaslu Garut Ipa Hafsiah mengatakan, dari hasil pemantauan tertukarnya surat suara tersebut tidak terlalu berdampak. Jika ada surat suara berbeda daerah pemilihan (Dapil) yang tercoblos, maka akan masuk dalam suara partai.

“Itu kan sudah diantisipasi dengan surat edaran KPU nomor 653. Kalau yang tertukar belum masuk kotak suara, tinggal ditukar. Kalau yang sudah masuk, akna dihitung ke partai,” ujar Ipa di Kantor Bawaslu Garut, Jalan Pramuka, Kamis (18/4).

Ia menyebut, surat suara yang tertukar ditemukan di Tarogong Kidul dan Cilawu. Terkait adanya kekurangan surat suara, Ipa menegaskan juga sudah diatasi KPU.

“Yang kurang-kurang juga sudah bisa diselesaikan. Secara keseluruhan, semua kendala bisa diatasi oleh KPU,” katanya.

Dari hasil pengawasan di seluruh Kabupaten Garut, Ipa mengaku pelaksanaan Pemilu berjalan lancar. Pihaknya juga sudah meminta laporan setiap Panwascam dan tak banyak kendala yang terjadi.

Selain itu, kata Ipa, selama masa tenang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Garut menemukan dua dugaan politik uang. Namun Bawaslu belum bisa menyebut secara spesifik kasus tersebut. Ada dua dugaan politik uang yang tengah ditangani. Dari dua kasus, satu di antaranya merupakan temuan Bawaslu.

“Tapi belum bisa kami publis sekarang soalnya belum diplenokan dengan komisioner. Baru hari ini akan diplenokan,” ujarnya.

Jika memenuhi unsur pidana Pemilu, menurut Ipa, maka akan ditangani sentra Gakkumdu. Kasus politik uang itu, lanjutnya, terjadi saat masa tenang.

Ipa pun belum berani menyebut secara gamblang siapa yang melakukan dugaan politik uang tersebut. “Nanti yah kalau sudah pleno. Kami akan beri keterangan yang lebih pastinya,” ucapnya.

Selain politik uang, selama masa kampanye Bawaslu juga sudah menangani satu kasus pelanggaran yang dilakukan seorang kepala desa. Kasusnya pun sudah dilimpahkan ke pengadilan. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here