Baligo Kemenangan Prabowo-Sandi di Tasik Dicopot

114
Baligo kemenangan Prabowo-Sandi di Tasikmalaya yang sempat terpasang di Cipedes, sebelum akhirnya diturunkan Bawaslu setempat. (IQBAL GOJALI/RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Sebuah spanduk berisikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Tasikmalaya atas kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dicopot petugas pada Kamis (16/5). Baliho bekurukuran sekitar 3×5 meter yang memuat angka kemenangan 73,6 persen di Kota Tasikmalaya itu telah terpasang sejak Rabu (15/5) malam.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin mengatakan, penurunan baliho dilakukan oleh petugasnya bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan aparat kepolisian.

Alasan penurunan itu adalah adanya surat edaran dari Bawaslu pusat yang tak memperbolehkan pemasangan alat peraga kemenangan sebelum adanya penetapan.

Ia menjelaskan, penetapan hasil Pemilu 2019 dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara nasional, baik hasil Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), maupun Presiden dan Wakil Presiden.

“Atas dasar itu, selama tidak ada penetapan dari nasional tidak boleh melaksanakan kegiatan atau memasang alat peraga yang mengandung materi kemenangan,” kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Secara kasatmata, pemasangan ucapan terima kasih atas kemenangan Prabowo-Sandiaga di simpang empat Mitra Batik, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, memang tak ada yang salah. Pasalnya, berdasarkan rapat pleno KPU Kota Tasikmalaya, pasangan nomor urut 02 itu memang meraih suara 76,3 persen di kota santri itu.

Berdasarkan hasil pleno KPU Kota Tasikmalaya, pasangan Prabowo-Sandiaga meraih 314.258 suara. Sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya meraih 111.805 suara. Dalam Pemilihan Presiden (Pilres), total suara sah berjumlah 426.063, sementara suara tidak sah 9.449.

Namun, menurut Ijang, suara itu baru bersifat hasil rekapitulasi. Sementara penetapan yang sah harus dilakukan secara nasional, baru setelah itu akan diadakan rapat pleno kembali di timgkat kabupaten/kota.

“Pleno kemarin itu hanya penetapan hasil rekap. Bukan penetapan hasil sah secara nasional,” kata dia.

Karena itu, ada surat edaran dari Bawaslu RI untuk tidak memasang alat peraga kemenamgan sebelum penetapan hasil pemilu. Jika sudah ditetapkan secara nasional, lanjut Ijang, tidak akan menjadi masalah.

Dalam surat edaran Bawaslu RI S-0904/K.Bawaslu/M.00.00/4/2019 dalam poin B disebutkan, peserta Pemilu wajib mendasarkan pada penetapan hasil secara nasional. Peserta juga tak diperbolehkan melaksanakan kegiatan perayaan kemenangan sebelum ditetapkan hasil Pemilu secara perundang-undangan. Para peserta juga tak diperkenankan memasang alat peraga yang mengandung materi kemenangan sebelum ditetapkan hasil pemilu sesuai perundang-undangan.

Ia mengimbau semua pihak untuk mebahan diri untuk mengklaim kemenangan hasil Pemilu 2019. “Kita intinya mendorong semua pihak saling menahan diri. Apalagi ini bulan Ramadhan biar suasana Kota Tasik tetap sejuk,” kata dia.

Berdasarkan pantauan, baliho Prabowo-Sandiaga itu terpasang sejak Rabu (15/5) malam. Baliho itu berisi ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Tasikmalaya atas kemenangan Prabowo-Sandiaga di daerah itu.

Fendi, 40, salah seorang penarik becal yang biasa mangkal di tempat itu, menyebut baliho itu dipasang pada Rabu (15/5) sekitar pukul 17.00. Namun ia tak mengenal orang yang memasang baliho itu.

“Tadi sore kayaknya sebelum Magrib dipasang. Saya juga tidak tahu yang masang siapa. Kemarin sore mah gak ada di sini,” kata dia. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here