Baitul Mal Masjid Al Hidayah Biayai Kematian Hingga Santuni Jompo dan Penyandang Disabilitas, Semuanya 5 Pos

202
DKM masjid Al Hidayah dan unsur kepemudaan, foto bersama Camat (Muspika), Kades Cikajang dan Ketua RW 05

GARUT – Pengurus baru Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Hidayah, di RW 05, Kampung Sukadana, Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, dilantik Rabu malam (27/11).

Drs KH Muslihat, MA, yang saat ini juga menjabat Ketua MUI Kecamatan Cikajang itu, dilantik sebagai Ketua DKM masjid Al Hidayah. KH Muslihat menggantikan Ketua DKM yang lama yaitu Almarhum H Undang.

Drs KH Muslihat, MA, komitmen akan tetap melanjutkan program positif yang selama ini sudah berjalan di masjid Al Hidayah. Selain itu ada program unggulan lain yang menjadi prioritas DKM ke depan.

Di antara program yang sudah berjalan selama ini adalah dari unsur Kepemudaan DKM, yaitu Baitul Mal yang sudah berjalan dua tahun setengah. Program ini dirasakan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat setempat.

Program Baitul mal ini dicetuskan oleh Ketua DKM yang pertama yaitu Almarhum  H. Undang dan dikelola secara mandiri oleh kepemudaan DKM dengan empat orang pengurus utama.

Asep Sutisna (48), pengelola Baitul Mal yang juga menjabat di bidang PHBI (perayaan hari besar Islam) DKM Masjid Al Hidayah menjelaskan, Baitu mal merupakan wadah infak masyarakat.

Infak ini dikumpulkan setiap bulan secara sukarela dari dua RT di RW 05. Dengan keanggotaan kurang lebih 90 kepala keluarga yang rutin menyalurkan infaknya di Baitul mal.

“Dari kepemudaan itu melibatkan 4 orang waktu itu termasuk saya saudara saya Diki Sugih, Saudara Apip , sama saudara Babang Sobur, mengadakan rapat membentuk baitul mal. Baitul mal ide Ketua DKM waktu itu  yang pertama almarhum H Undang, beliau menunjuk kita sebagai pengelolanya. Dan Alhamdulillah program ini juga didukung penuh oleh pak RW, pak Dede Meki,” kata Asep, Rabu malam (27/11) saat ditemui di acara maulidan dan pelantikan DKM masjid Al Hidayah.

Ada lima pos yang rutin dibiayai oleh Baitul mal, diantaranya untuk melayani masyarakat yang terkena musibah kematian. Melayani warga yang sakit, Membiayai pendidikan diniyah 99 anak, membiayai jompo dan penyandang disabilitas, juga membiayai acara tahunan.

Untuk biaya kematian, dari Baitul mal ini pengurus membiayai dari mulai peralatan kematian seperti kain kafan, kamper, tikar, kayu makam dan seperangkat lainnya. Kemudian dari biaya ini juga pengurus berhasil membeli peralatan pemandian jenazah dan keranda jenazah.

Semua itu ditanggung dari Baitul mal hingga proses mengurus jenazah selesai dimakamkan. Kemudian tidak hanya di situ, pengurus juga memberikan santunan kepada keluarga yang terkena musibah kematian.

“Jadi sudah sesimpel mungkin kita melayani warga. Kita memfasilitasi supaya warga lebih mudah. Karena ketika musibah kematian, keluarga itu kan boro-boro bisa memikirkan hal seperti itu,” ujarnya.

Adapun untuk program melayani warga sakit, dari baitul mal dialokasikan membantu biaya berobat warga. “Kita kunjungi, kita kasih untuk berobat ke dokter,” imbuhnya.

Kemudian untuk program sekolah diniyah,  dari baitul mal dialokasikan untuk membiayai kebutuhan sekolah diniyah 99 anak setiap bulannya.

“Program keempat kita menyantuni jompo yang tidak punya anak atau jompo yang hidup sendiri. Dulu di sini kebetulan ada dua jompo dan kita urus sampai meninggal kita layani. Nah karena sekarang sudah tidak ada lagi jompo pos ini kita alihkan untuk penyandang disabilitas. Kebetulan ada penyandang disabilitas kita alokasikan ke sana,” terangnya.

” Kemudian sisanya kita atur-atur setiap tahun kita bedah rekening. Kita bagikan posnya untuk mustahik seperti fi sabilillah, marbot, kaum dhuafa, jompo, yatim piatu, kita bagi amplop setiap lebaran,” tambahnya.

Adapun untuk pengurus, sama sekali tidak mengambil dari baitul mal. Untuk segala macam operasional pengurus ditanggung oleh biaya pribadi.

Hal itu karena sudah menjadi komitmen semua pengurus, bahwa dalam program ini benar-benar diniatkan ikhlas karena ingin mencari rido Allah. Pengurus berusaha untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ladang amal.

“Kita sukarela gak ada istilah amilin, gak ada akomodasi bagi pengurus, kita pakai pribadi gak ada ongkos. Benar-benar semata-mata karena Allah,kita menabung untuk akhirat,” katanya.

Di samping itu Asep dan pengurus juga memiliki misi dakwah dalam program ini. Setiap kunjungan ke warga dalam rangka mengumpulkan infak, minimal terjadi silaturahmi kemudian sambil mengajak warga agar dekat dengan masjid.

Ke depan Asep berharap dari Baitul mal juga bisa membiayai pos lain. Bahkan ada cita-cita dari kepemudaan untuk membeli mobil operasional atau mobil ambulans untuk melayani warga yang sakit dan lain sebagainya.

” Alhamdulillah kita bersyukur dari program kepemudaan ini, muda mudi sekarang bersatu dari yang dulunya berpecah. Karena tidak terelakkan bahwa sekarang jiwa gotong royong dan kebersamaan pemuda itu semakin terkikis. Makanya kita ingin hidupkan itu,” katanya.

Sementara itu Ketua DKM yang baru dilantik, Drs KH Muslihat, MA. menyampaikan dukungannya terhadap program baitul mal. Menurutnya, Baitul mal adalah satu program mandiri yang dikelola oleh kepemudaan. Keuangan pun terpisah dari kas DKM masjid Al Hidayah.

Dan karena programnya berjalan dengan baik, KH Muslihat mempersilahkan agar program ini dilanjutkan. “Selama ini Batiul mal untuk kegiatan operasional masjid, dana sosial, kegiatan pemuda yang ada di PHBI. Yang baru terjangkau baru dua RT, tapi insyaa Allah mudah-mudahan bisa di empat RT,” imbuhnya.

Di samping itu, KH Muslihat juga menyiapkan program unggulan lain. Diantaranya, mengurus tanah wakaf, mengurus izin operasional sekolah Diniyah,membangun PAUD, membangun kubah masjid, pemagaran madrasah, membentuk pengajian muda-mudi di samping melanjutkan pengajian rutinan lain. Kemudian juga melanjutkan program menabung untuk kurban idul adha.

“Dalam kurban, DKM ada sistem nabung. Jarak setahun sampai dilaksanakan, kalau tidak sampai di tahun depannya dilaksanakan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, setiap program DKM ini akan selalu sinergi dengan program RW RT. Masing-masing diharapkan saling mengetahui program dan saling mendukung. “Direncanakan program  DKM diketahui oleh RT, pun begitu juga program RT RW diketahui oleh DKM supaya saling mendukung,” ujarnya. (fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here