Arus Balik Masih Terjadi

94
Pemantauan dan penghitungan kendaraan yang balik saat melintasi jalan Limbangan oleh Dishub Garut, Rabu (12/6). (PEPEN APENDI/RADAR GARUT)

Pemantauan Arus Lalin Berakhir Besok

RadarPriangan.com, GARUT – Meski Operasi Ketupat 2019 telah berakhir, Polres Garut mencatat masih terjadi arus balik yang dilakukan pemudik. Kondisi tersebut menyebabkan masih terjadinya kemacetan di beberapa titik.

“Tapi bukan hanya sama pemudik. Malah kebanyakan sekarang itu didominasi sama wisatawan atau warga yang mau halal bihalal di Garut,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna usai halal bihalal di Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, Rabu (12/6).

Pihaknya pun masih melalukan sejumlah langkah antisipasi mengurai arus lalu lintas. Ia menyebut, masih banyak yang berkunjung ke Garut. Terutama untuk berlibur ke sejumlah objek wisata.

“Kayak kemarin saya tanya ke pengendara sepeda motor. Dia dari Bandung sama istri dan anaknya sengaja mau liburan ke Sayangheulang. Jadi masih banyak yang datang ke Garut,” katanya.

Budi menambahkan, untuk pemudik yang menggunakan jalur selatan di tahun ini mengalami penurunan. Adanya jalan tol Trans Jawa sangat berpengaruh.

“Kalau enggak ada tol, bisa dua kali lipat yang pakai jalur selatan. Meski pemudik menurun, tapi tetap banyak wisatawan sampai terjadi kemacetan,” ujarnya.

Kemacetan juga disebabkan para pemudik yang hanya sebentar menikmati libur lebaran. Berbeda dengan tahun lalu yang lebih panjang liburnya saat arus balik.

“Sekarang semua tertumpuk di hari yang sama. Ditambah adanya wisatawan. Jadi macetnya berhari-hari,” ucapnya.

Sementara itu, volume kendaraan yang melintas di Jalan Negara Limbangan baik dari barat ke timur dan sebaliknya, Rabu (12/6) mulai menurun dibanding hari sebelumnya.

Menurunnya volume kendaraan karena arus balik mulai berkurang setelah masuk hari kerja. Volume kendaraan yang melintas terus dipantau aparat UPT Dishub Wilyaha VII Limbangan di Pos Pelayanan Lebaran Cilanggir Kecamatan Limbangan.

Kasubag TU UPT Dishub Wilayah VII Limbangan Sutisna Sugiar SE di Pos Pelayanan mengungkapkan, pemantauan dan penghitungan volume kendaraan di Jalan negara Limbangan dilakukan nonstop hingga berakhir, Kamis (13/6). Para petugas bergiliran memantau dan menghitung volume kendaraan yang melintas di Pos Pelayanan Lebaran.

“Pemantauan dan penghitungan volume kendaraan di Jalan Negara Limbangan, berakhir Kamis (13/6). Para petugas menjalankan tugas secara bergiliran. Karena setiap hari hasil penghitungan volume kendaraan yang melintas dilaporkan kepada Kadishub Garut. Kadishub Garut Dr H Suherman sempat meninjau langsung kegiatan penghitungan volume kendaraan di Pos Pelayanan Limbangan,” kata Sutisna, Rabu (12/6).

Berdasarkan data hasil penghitungan volume kendaraan yang melintas di Jalan Negara Limbangan, Selasa (11 /6), jumlah speda motor dari barat ke timur 11.658. Dari timur ke barat 30.808. Kendaraan pribadi dari barat ke timur 12.744 dan dari timur ke barat 19.274. Kendaraan pik up dari barat ke timur 990 dan dari timur ke barat 1.620. Bus dari barat ke timur 1.983 dan dari tmur ke barat 969.

Kendaraan jenis truk dari barat ke timur 920 dan dari timur ke barat 1.019. Truk gandengan dari barat ke timur 20 dan dari timur ke barat 42. Jumlah total kendaraan yang melintas di Jalan Negara Limbangan hari itu sebanyak 53.732. Volume kendaraan per jam mencapai 2.238 kendaraan.

Arus kendaraan di Jalan Negara Limbangan Rabu sore (12/6) tampak padat lancar. Mulai Pasar Limbangan sampai Sasakbeusi sempat padat tersendat terutama dari timur ke barat. Jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak dari timur ke barat karena masih suasana arus balik.(igo/pap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here