Antisipasi Perpeloncoan, Sekolah Gandeng Aparat

59
Kegiatan MPLS di SMPN 1 Cilawu. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Antisipasi adanya perpoloncoan pada Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), pihak sekolah menggandeng TNI-Polri untuk pendidikan siswa dalam pembentukan karakter dan bela negara para siswa. Demikian diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP Kabupaten Garut, Yusup Satria Gautama, kepada wartawan di SMPN 1 Cilawu, kemarin (17/7).

“MPLS kali ini menitik beratkan pada pembinaan karakter. Kita kerjasama dengan TNI Polri supaya ada pemahaman bela negara, para siswa memahami makna Pancasila, jadi segala pemaparan dasar-dasar supaya anak ini cinta negara dan bela negara. Dari Polsek juga Koramil rajin memberikan bantuan dalam materi tentang kenegaraan dan bela negara,” kata Yusup yang juga merupakan Kepala SMPN 1 Cilawu ini.

Pihaknya pun menekan kepada para guru dan pembimbing agar memberikan contoh positif dalam upaya pembentukan karakter bagi siswa.

“Jadi tidak ada perpeloncoan, tidak ada hukuman, siswa tidak bawa ini itu. Kegiatan di sekolah tidak memberatkan orang tua, tapi fokus pada pembentukan karakter,” katanya.

Terpisah, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengungkapkan, upaya pengawasan serta pendamping dilakukan Polri bersama TNI di setiap sekolah, dari tinggat SMP hingga tingkat SMA/SMK di wilayah hukum Kabupaten Garut.

Pihaknya telah meingatkan dan sering berkomunikasi dengan pihak sekolah bahwa perpeloncoan ketika pada masa MPLS sangat tidak diperbolehkan.

“Sudah sering kali diingatkan dan kita (Polres Garut, red) sering kali berkomunikasi dengan pihak sekolah, bahwa ini adalah masa rawan dan trasnsisi kalau dulu istilahnya ospek sekarang MPLS,” kata Budi saat ditemui di SMKN 1 Garut usai memberikan pembekalan, Rabu (17/7/2019).

Pihaknya berharap kegiatan MPLS benar-benar bisa dimanfaatkan untuk pengenalan sekolah dan potensi anak di sekolah, sebagaimana seharusnya MPLS dilakukan.

“Jadi tidak ada lagi kegiatan seperti yang lalu-lalu (seperti perpeloncoan) kekerasan, apalagi sampai adanya korban siswanya sendiri itu sangat tidak diharapkan,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada pihak sekolah untuk terus memonitor kegiatan-kegiatan yang sifatnya awal untuk melengkah dijenjang pendidikan.

“Kami akan terus memonitor dari pihak Polsek, Bhabinkantibmas, dan saya sudah perintahkan dan sudah komunikasi dengan pihak sekolah,” katanya.

Sebelumnya, Ketua MKKS SMK Garut, Dadang Johar Arifin, mengungkapkan, pihaknya menyambut baik dengan adanya peran pihak kemananan dalam mengawasi jalanya MPLS di sekolahnya. Pihaknya bersama dengan pihak keamanan dalam hal ini Kepolisian merupakan mitra.

“Dari Kepolisian juga, dari Polsek setiap hari sering kali melihat kegiatan (MPLS), tapi sekarang yang ditekankan ialah pendekatan yang humanis terhadap anak-anak tidak boleh ada perpeloncoan sebegaimana yang dikemukakan oleh Bapak KCD (kantor Cabang Dinas Pendidikan),” katanya yang juga merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Garut itu.

Dadang juga mewanti-wanti kepada jajaranya agar hal yang sudah tidak relevean yakni perpeloncoan sampai terjadi apalagi sampai ada korban seperti didaerah lain.

“Kebiasaan seperti itu dari lima tahun yang lalu sudah ditinggalkan, jadi anak-anak bagimana mengenal sistem pembelajaran yang ada disini (SMKN 1 Garut, red) sesuai dengan judulnya masa pengenalan lingkungan sekolah,” katanya. (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here