Antikorupsi Akan Diterapkan di Sekolah

139
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika memberi paparan dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Antikorupsi di Provinsi Jawa Barat, di Gedung Dewi Sartika, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Selasa (26/3/2019). (JABAR EKSPRES)

RADARPRIANGAN.COM, BANDUNG – Pendidikan antikorupsi rencananya akan segera diterapkan di sekolah SMA/SMK di seluruh Jawa Barat (Jabar). Hal ini, seiring dengan imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika bertemu dengan Gubernur Jabar pada Senin (25/3).

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dewi Sartika mengatakan, perilaku antikorupsi sebaiknya diterapkan sejak dini kepada anak-anak. Meski dia, menyambut baik program pendidikan antikorupsi tersebut.

Dewi mengatakan, pendidikan anti korusi bisa diterapkan melalui pendidikan karakter kepada anak-anak. Agar mengetahui dan menghindari perbuatan korupsi.

Dia mengatakan, rencananya implementasi pendidikan antikorupsi akan diterapkan melalui manajemen berbasis sekolah dengan kegiatan intrakulikuler atau masuk ke dalam mata pelajaran. Selain itu, bisa juga melalui kegiatan kokulikuler, dan ekstrakulikuler secara kreatif dan terpadu.

“Kita juga mengoptimalkan tripusat pendidikan meliputi sekolah, keluarga, dan masyarakat,” kata Dewi ketika rapat Koordinasi Pendidikan Antikorupsi di Aula Dewi Sartika Disdik Jabar, Selasa (26/3).

Dia menuturkan, implementasi pendidikan antikorupsi yang terdiri dari tiga tahap. Pertama, membuat perencanaan yang matang atas inisiatif pendidik sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kedua, melakukan kegiatan belajar yang melibatkan semua indera siswa dengan aktivitas yang menarik dan menyenangkan.

Ketiga, yakni menyiapkan pembelajaran di kelas, di luar sekolah, di lingkungan keluarga dengan melibatkan semua pihak.

Pendidikan antikorupsi direncanakan mulai diimplementasikan di satuan pendidikan per bulan Juni atau saat tahun ajaran baru dimulai.

“Kita harus manfaatkan waktu dari sekarang. Masih ada ada dua bulan ke depan untuk penyusunan. Lakukan juga koordinasi dengan kepala daerah di kabupaten/kota agar mampu menghasilkan rumusan pendidikan antikorupsi yang berkearifan lokal,” tuturnya.

Dewi menambahkan, korupsi tak ubahnya seperti penyakit kanker. Saat masih stadium satu, pengidapnya terlihat baik-baik saja, masih tetap bugar karena entitas penyakitnya masih kecil.

Dewi menambahkan, korupsi tak ubahnya seperti penyakit kanker. Saat masih stadium satu, pengidapnya terlihat baik-baik saja, masih tetap bugar karena entitas penyakitnya masih kecil.

Dalam acara, Rapat Koordinasi Pendidikan Antikorupsi di Jawa Barat di Aula Dewi Sartika Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat. Men­urut dia, perilaku korupsi akan memberi dampak buruk bagi kelangsungan hidup seseorang.

”Korupsi akan melemahkan daya saing kita, dan secara menggurita akan menurunkan tingkat kompetitif manusia,” tambahnya. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here