Anggota Kodim Garut Selamatkan Pendidikan Anak Yatim yang Hampir Putus Sekolah

131
TETAP SEKOLAH: Nensi Mira bisa melanjutkan sekolahnya yang hampir putus karena bantuan Juyono, anggota Kodim 06/11 Garut. IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Nensi Mirna, mungkin awalnya putus asa karena tidak bisa melanjutkan sekolahnya lantaran persoalan biaya yang dihadapinya. Namun karena kepedulian seorang prajurit TNI yang bertugas di Kodim 0611 Garut, ia kembali bisa melanjutkan sekolah di SMAN 25 Garut.

Beberapa hari kebelakang, masyarakat Garut memperbincangkan apa yang dilakukan seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim 0611 Garut, Koramil 11-10 Banyuresmi. Namun yang diperbincangkan bukanlah hal yang negatif, sebaliknya, sangat positif.

Anggota TNI yang diperbincangkan berpangkat sersan satu. Namanya Juyono.

Foto-foto Sertu Juyono tersebar melalui aplikasi media sosial, mulai whatsapp, facebook, hingga instagram. Isinya adalah tentang aksinya membantu pelajar yang hampir putus sekolah karena memiliki keterbatasan biaya. Hal tersebut pun menjadi perbincangan hangat warganet.

Saat ditemui wartawan di Makoramil Banyuresmi, Juyono mengaku bahwa beredarnya foto-foto dirinya berawal saat ia menerima informasi dari temannya tentang adanya pelajar yang bernama Nensi Mirna yang tidak punya biaya untuk sekolah. Mendengar hal tersebut ia pun berusaha mencari informasi secara langsung.

“Saat bertemu dan bertanya tentang kebenaran informasinya saya langsung bantu,” katanya.

Juyono menyebut bahwa Nensi diketahui palajar kelas XI di SMAN 25 Garut. Selama ini, Nensi menurutnya sudah mendapatkan bantuan dari sekolah untuk biaya sekolah namun terkadang tidak punya uang untuk bekal dan ongkos angkutan menuju tempatnya bersekolah.

PEDULI: Juyono, bersama Nensi Mira dan jajaran SMA Negeri 25 Garut.

“Karena kondisinya itu, adik ini sempat berfikir untuk berhenti sekolah saja. Setelah saya tahu saya berinisiatif untuk membantu,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa dirinya akan memberi bantuan biaya sehari-hari bagi Nensi hingga lulus sekolah. Nensi sendiri diketahui merupakan anak yatim piatu.

Meski demkian, Juyono menyebut yang membantu Nensi bukanlah dirinya seorang. ”Yang membantu ini banyak sekali orangnya. Tetapi namanya tidak mau disebut,” ucapnya.

Juyono mengaku kaget saat mengetahui aksinya menolong Nensi menjadi perbincangan warganet. “Tujuan saya untuk membantu saja. Tidak ada maksud lain,” katanya.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Infanteri Asyraf Azis mengaku dirinya sudah mengetahui aksi yang dilakukan anggotanya. Ia pun mengaku mengetahui aksi enggotanya itu setelah menerima pesan tentang aksi yang dilakukan oleh Juyono.

Meski demikian, Dandim mengaku tidak kaget dengan apa yang dilakukan oleh anggotanya itu. Sebelum membantu Nensi, Sertu Juyono diketahuinya sudah 8 kali melakukan rehab rumah di wilayahnya.

“Dia juga ikut membina narapidana di Lapas. Dan tentu apa yang dilakukannya sudah ini sesuai dengan tugas seorang prajurit yang harus mengatasi kesulitasn masyarakat. Itu ada dalam janji prajurit. Sertu Juyono ini mengamalkan janji prajurit,” jelasnya.

“Besok (hari ini) saya akan memanggil Sertu Juyono dan akan dijadikan contoh untuk anggota lainnya. Kita juga akan memberikan penghargaan dari satuan. Semoga semakin banyak anggota-anggota TNI di kita yang secara aktif membantu kesulitan rakyat di daerah,” katanya. (Iqbal Gojali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here