Amankan Pasokan, 150 Pangkalan LPG Disiagakan

138

RadarPriangan.com, GARUT – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Garut mengaku telah menyiapkan Pangkalan Siaga LPG subsidi maupun nonsubsidi agar kebutuhan gas masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan dan Lebaran. Selain itu, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Jabar telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk dapat melayani kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Pertamina MOR III yang telah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2019 sudah menyiapkan sebanyak 150 pangkalan LPG siaga, serta 30 agen LPG PSO dan 5 agen LPG NPSO siaga di Garut. Kami telah menyiapkan pangkalan siaga yang tetap beroperasi agar masyarakat mudah mendapatkan LPG,” kata Humas Hiswanamigas Kabupaten Garut Evi Hartaz Alvian kepada wartawan di Garut, Kamis (23/5).

Evi menyebut bahwa prediksi konsumsi LPG akan terus mengalami kenaikan hingga lebaran nanti seiring dengan meningkatnya aktivitas memasak masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk menjaga kebutuhan tersebut, pihaknya memberikan pelayanan tambahan dengan menyiapkan kebutuhan gas subsidi maupun nonsubsidi.

Selain kesiapan agen dan pangkalan siaga, kat Evi, Pertamina MOR III juga menyiapkan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dengan total kapasitas 50 MT untuk siaga khusus di Kabupaten Garut, serta sejumlah SPPBE yang tersebar di wilayah Jabar.

“Depot LPG Balongan dengan kapasitas 3.000 MT serta Depot Swasta Cirebon sebagai titik supply LPG untuk Kabupaten Garut turut siaga melayani kebutuhan energi masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran nanti,” katanya.

“Bahkan jika diperlukan kami telah menyiagakan pula pasokan fakultatif. Atau pasokan tambahan yang sewaktu-waktu dilakukan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Dalam upaya menjaga kebutuhan gas agar tetap terjaga dengan baik dan lancar, ia mengimbau agar masyarakat mampu memanfaatkan LPG nonsubsidi seperti bright gas dan LPG ukuran 12 kilogram. Dengan begitu, maka gas subsidi 3kg yang dijual di masyarakat dapat tepat sasaran dan stoknya terus tersedia hingga ke setiap pengecer.

“Masyarakat juga harus selalu cermat dalam memperhatikan keamanan menggunakan produk LPG saat memasak di waktu sahur dan berbuka puasa. Jika di tempat memasak mencium bau khas LPG, masyarakat tidak langsung menyalakan api, tetapi terlebih dahulu membuka ruangan agar bau LPG hilang,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here