Alhamdulillah, Zero Accident selama Operasi Ketupat di Garut

62
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menutup Operasi Ketupat Lodaya 2019, Kamis (13/6). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Operasi Ketupat, pengamanan mudik dan lebaran 2019 resmi berakhir pada Senin (10/6) tengah malam. Polisi mengklaim tak ada kecelakaan fatal yang terjadi di jalur mudik Garut selama arus mudik dan balik.

“Alhamdulillah sampai detik ini saya tidak mendengar, walaupun memang ada yang nyenggol-nyenggol dikit di jalur selama mudik itu wajar. Tidak ada yang sampai meninggal, Alhamdulillah zero accident,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Kamis (13/6).

Namun meski demikian, ia berharap agar masyarakat tetap menjaga situasi tersebut dengan tetap berhati-hati saat menggunakan kendaraan di jalan raya. Hal lainnya, masyarakat pun diminta untuk tetap mentaati setiap aturan lalulintas di jalan raya dan tidak melakukan pelanggaran, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

Sebelumnya sendiri, operasi ketupat 2019 telah berakhir dan Polres Garut mencatat masih terjadi arus balik yang dilakukan pemudik. Kondisi tersebut menyebabkan masih terjadinya kemacetan di beberapa titik.

“Tapi bukan hanya sama pemudik. Malah kebanyakan sekarang itu didominasi sama wisatawan atau warga yang mau halal bihalal di Garut,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna usai halal bihalal di Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, Rabu (12/6).

Pihaknya pun masih melalukan sejumlah langkah antisipasi mengurai arus lalu lintas. Ia menyebut, masih banyak yang berkunjung ke Garut. Terutama untuk berlibur ke sejumlah objek wisata.

“Kayak kemarin saya tanya ke pengendara sepeda motor. Dia dari Bandung sama istri dan anaknya sengaja mau liburan ke Sayangheulang. Jadi masih banyak yang datang ke Garut,” katanya.

Budi menambahkan, untuk pemudik yang menggunakan jalur selatan di tahun ini mengalami penurunan. Adanya jalan tol Trans Jawa sangat berpengaruh.

“Kalau enggak ada tol, bisa dua kali lipat yang pakai jalur selatan. Meski pemudik menurun, tapi tetap banyak wisatawan sampai terjadi kemacetan,” ujarnya.

Kemacetan juga disebabkan para pemudik yang hanya sebentar menikmati libur lebaran. Berbeda dengan tahun lalu yang lebih panjang liburnya saat arus balik.

“Sekarang semua tertumpuk di hari yang sama. Ditambah adanya wisatawan. Jadi macetnya berhari-hari,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here